FPI Minta Prabowo Sampaikan Bela Sungkawa Terbuka atas Gugurnya Ayatollah Ali Khamenei

FPI Minta Prabowo Sampaikan Bela Sungkawa Terbuka atas Gugurnya Ayatollah Ali Khamenei

Nusantaratv.com - 06 Maret 2026

Sekretaris Majelis Syura DPP FPI, Habib Hanif Alatas (NTVnews)
Sekretaris Majelis Syura DPP FPI, Habib Hanif Alatas (NTVnews)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Organisasi Front Pembela Islam (FPI) meminta Presiden Prabowo Subianto menyampaikan secara terbuka ucapan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sekretaris Majelis Syura DPP FPI, Habib Hanif Alatas, mengatakan permintaan tersebut merupakan pesan dari mantan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, yang disampaikan melalui dirinya.

"Tadi kami minta, amanat dari Habib Rizieq ya, karena Iran ini kan negara sahabat juga. Kita minta Presiden jangan hanya mengutus Menteri Luar Negeri untuk menyampaikan bela sungkawa, tapi kita minta supaya Presiden sampaikan bela sungkawa secara terbuka," kata Habib Hanif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 MAret 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia menghadiri undangan berbuka puasa bersama Presiden Prabowo yang juga dihadiri para ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta pemimpin pondok pesantren di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam.

Menurut Habib Hanif, Iran merupakan negara sahabat Indonesia sehingga layak mendapatkan dukungan, terlebih ketika negara tersebut sedang menghadapi serangan terhadap wilayah kedaulatannya.

"Dia sedang diserang, dia wilayah kedaulatannya ya sebagaimana kita ingin tidak ada penjajahan di atas muka bumi. Saya rasa sikap Iran untuk membela kedaulatannya perlu untuk disupport," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, FPI juga menyampaikan permintaan agar Indonesia menarik diri dari keanggotaan Board of Peace (BoP). Hanif menuturkan permintaan itu telah disampaikan secara resmi melalui surat yang dititipkan kepada salah satu menteri untuk diteruskan kepada Presiden Prabowo.

"Kami sudah sampaikan surat, dititipkan melalui salah satu menteri beliau, dan kita sudah sampaikan ke Presiden tetap kita minta supaya Republik Indonesia menarik diri dari BOP. Bukan karena tidak percaya sama Presiden, bukan, tapi kami tidak percaya Amerikanya, tidak percaya dengan Israelnya," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono telah menyampaikan pernyataan belasungkawa resmi dari Pemerintah Indonesia atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: Prabowo Ajak Rakyat Jaga Persatuan di Tengah Ketegangan Global

Surat tersebut disampaikan Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam pertemuan keduanya di Jakarta.

"Saya menyampaikan surat dari Presiden Prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian untuk menyampaikan belasungkawa terdalam Indonesia atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia seperti dikutip di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan rangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban sipil. Televisi pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam serangan tersebut.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close