Nusantaratv.com - Tesla resmi mengonfirmasi teknologi Full Self-Driving (FSD) Supervised kini mendukung pasar China.
Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi Tesla di platform X pada 21 Mei 2026, seperti dikutip dari CarNewsChina, Jumat (22/5/2026).
Hal ini sekaligus menjadi sinyal kuat peluncuran FSD di China semakin dekat. Meski demikian, Tesla China masih belum mengumumkan jadwal resmi distribusi perangkat lunak tersebut kepada konsumen lokal.
Sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk mengungkapkan layanan FSD di Amerika Serikat (AS) kini beralih ke sistem berlangganan dengan biaya 99 dolar AS per bulan serta masa uji coba gratis selama 30 hari.
Namun berbeda dengan pasar AS, Tesla di China masih mempertahankan skema pembelian satu kali untuk paket Full Self-Driving dengan harga 64.000 yuan atau sekitar Rp166 jutaan (¥1 = Rp2.595).
Hingga saat ini, opsi langganan bulanan FSD belum tersedia untuk pengguna Tesla di China. Tanda-tanda peluncuran FSD di China sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa bulan terakhir.
Tesla diketahui tengah merekrut Teknisi Uji Autopilot di sembilan kota besar, termasuk Beijing, Shanghai, Guangzhou, Shenzhen, Chengdu, hingga Wuhan.
Langkah ini menunjukkan percepatan pengembangan dan lokalisasi teknologi FSD untuk pasar domestik China.
Dalam laporan pendapatan kuartal pertama 2026 pada 23 April lalu, Kepala Bagian Keuangan Tesla menyebut perusahaan sedang bekerja intensif dengan regulator China guna memperoleh izin penuh penggunaan FSD pada kuartal ketiga (Q3) 2026.
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Tesla China juga telah memperbarui buku panduan kendaraan ke versi 2026.14 pada awal Mei.
Dokumen terbaru itu sudah mencakup penjelasan lengkap mengenai FSD V14, termasuk berbagai fitur terbaru yang akan digunakan pengguna di China.
Dari sisi teknologi, Tesla kini mulai menggulirkan FSD V14.3.3 ke sejumlah pasar global. Sistem terbaru ini diklaim memiliki kemampuan penilaian ruang yang lebih akurat serta pengenalan rambu lalu lintas yang lebih cerdas.
Di tengah perkembangan teknologi tersebut, penjualan Tesla di China pada April 2026 tercatat mencapai 25.956 unit.
Angka ini turun 9,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dan anjlok 53,7 persen dibanding bulan sebelumnya.
Meski begitu, Model Y tetap menjadi andalan Tesla di China dengan penjualan 22.990 unit, sekaligus menempatkannya sebagai mobil terlaris ketiga di pasar otomotif China pada April 2026.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh