Nusantaratv.com - Produsen mobil terbesar asal China, Chery, mengungkapkan ambisinya untuk menembus pasar otomotif Amerika Serikat (AS).
Namun, perusahaan tersebut menegaskan hanya akan masuk pada "waktu yang tepat" di tengah ketatnya regulasi dan tensi dagang antara AS dan China.
Presiden Chery International, Zhang Guibing, mengatakan pasar otomotif AS merupakan salah satu pasar terbesar dan paling menarik di dunia bagi produsen mobil global.
"Ketika waktunya tepat dan situasinya memungkinkan, kami tentu berharap bisa memasuki pasar tersebut," ujar Zhang di kantor pusat Chery, dikutip dari Reuters, Kamis (21/5/2026).
Meski begitu, Zhang belum memberikan kepastian kapan langkah ekspansi itu akan dilakukan.
Dia menegaskan keputusan tersebut sangat bergantung pada kesiapan internal perusahaan serta kebijakan industri otomotif di kedua negara.
AS memang menjadi pasar impian bagi banyak produsen mobil China. Namun, jalan menuju Negeri Paman Sam tidak mudah.
Pemerintah AS saat ini memberlakukan tarif hingga 100 persen untuk kendaraan listrik buatan China, ditambah pembatasan teknologi mobil terhubung dan pengawasan ketat dari para pembuat kebijakan.
Baca Juga: Chery Kembangkan Baterai Solid-State: Mobil Listrik Bisa Tempuh Lebih dari 1.500 Km Sekali Cas
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat memberi sinyal terbuka terhadap produsen otomotif China, asalkan mereka membangun kendaraan langsung di AS.
Namun, wacana tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pelaku industri otomotif dan anggota parlemen AS.
Hingga kini, Chery belum memasukkan AS dalam daftar utama tujuan ekspornya.
Seperti banyak produsen otomotif China lainnya, perusahaan lebih fokus memperluas pasar di Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia Tenggara yang dinilai memiliki permintaan tinggi terhadap mobil dengan harga kompetitif.
Strategi ekspansi global produsen mobil China juga semakin agresif. Sejumlah perusahaan kini mulai bekerja sama dengan pabrikan otomotif tradisional di Eropa untuk memanfaatkan fasilitas produksi yang belum optimal.
Beberapa produsen bahkan telah membangun pusat riset dan desain di AS. Salah satunya adalah Volvo Cars yang dimiliki oleh Geely dan telah mengoperasikan pabrik di South Carolina.
Selain Chery, sejumlah raksasa otomotif dan kendaraan listrik asal China seperti BYD, Xiaomi, dan Great Wall Motor (GWM) juga terus memperluas ekspansi global mereka.
Namun, sebagian besar masih menjadikan Amerika Latin dan Meksiko sebagai pintu masuk potensial menuju pasar Amerika Utara.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh