Wihaji Ingatkan Masyarakat Waspadai Praktik Child Grooming

Wihaji Ingatkan Masyarakat Waspadai Praktik Child Grooming

Nusantaratv.com - 03 Februari 2026

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji. ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN (Antara)
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji. ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik child grooming yang kerap dibungkus dengan perhatian dan kasih sayang semu, namun berpotensi membahayakan anak.

Peringatan tersebut disampaikan Wihaji sebagai respons atas meningkatnya perhatian publik terhadap isu child grooming, terutama setelah seorang aktris, Aurelie Moremans, menerbitkan buku berjudul Broken Strings yang mengisahkan memoar serta pengalamannya sebagai korban kekerasan dalam perjalanan kariernya.

“Tindakan manipulatif tersebut berbahaya karena dapat menjadi pintu masuk terjadinya kekerasan terhadap anak,” kata Wihaji dikutip melalui media sosial Instagram resminya di Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa child grooming merupakan bentuk manipulasi yang pada awalnya tampak sebagai perhatian, kasih sayang, dan upaya membahagiakan anak. Namun, secara perlahan pelaku melakukan pencucian otak agar anak semakin bergantung dan memberikan perhatian lebih kepada pelaku.

“Awalnya memang tidak terasa karena sifatnya manipulatif. Anak diberi perhatian, dibungkus kebahagiaan, lalu perlahan dicuci otaknya. Padahal itu hanya pintu masuk, dan ujungnya bisa sangat berbahaya," ujar Wihaji.

Menurutnya, tahapan dalam praktik child grooming kerap sudah dirancang dan dikelola dengan rapi oleh pelaku. Apabila masyarakat tidak peka dan berhati-hati, kondisi tersebut dapat berujung pada tindak kekerasan terhadap anak.

“Jangan sampai dengan bungkus kasih sayang dan perhatian yang berkedok kebahagiaan, justru terjadi kekerasan pada anak. Kekerasan terhadap anak, dalam bentuk apapun dan dengan alasan apapun, tidak boleh dilakukan," paparnya, dikutip dari Antara.

Wihaji menambahkan bahwa upaya pencegahan kekerasan tidak hanya berlaku bagi anak, tetapi juga bagi seluruh manusia. Ia menekankan pentingnya edukasi sebagai kunci dalam membentuk perilaku yang lebih baik di tengah masyarakat.

“Salah satu peran penting Kemendukbangga adalah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memastikan perilaku anak-anak dan masyarakat Indonesia ke arah yang lebih baik. Ayo kita bersama-sama saling mengingatkan. Ada hal-hal terkait perubahan perilaku yang perlu kita perhatikan agar menjadi lebih baik," demikian Wihaji.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close