Unand Lakukan Kajian Bencana Longsor di Kota Sawahlunto

Unand Lakukan Kajian Bencana Longsor di Kota Sawahlunto

Nusantaratv.com - 10 Mei 2023

Gerbang masuk Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar). (ANTARA/Muhammad Zulfikar).
Gerbang masuk Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar). (ANTARA/Muhammad Zulfikar).

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat menugasi tim Pusat Studi Bencana Unand bersama Unit Kegiatan Mahasiswa Komite Siaga Bencana untuk mengkaji bencana longsor yang terjadi di Desa Kubang Tangah, Kota Sawahlunto.

"Setelah meninjau dan mendengar dari pihak terkait, Tim Pusat Studi Bencana Unand menilai harus dilakukan relokasi daerah-daerah yang menjadi titik rawan bencana," kata perwakilan Tim Pusat Studi Bencana Unand Prof Abdul Hakam di Padang, Rabu.

Prof Abdul Hakam mengatakan untuk mencegah korban jiwa serta dampak buruk lainnya, Unand menyarankan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait menerapkan sistem peringatan dini di zona rawan bencana seperti longsor.

Peringatan dini harus dilakukan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Kemudian, apabila satu hingga dua jam masih dalam kondisi yang sama maka masyarakat yang berada di daerah rawan longsor disarankan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Ia mengatakan sebagai upaya tindak lanjut diskusi dengan Wakil Wali Kota Sawahlunto dan instansi terkait, Unand akan melakukan kajian kebencanaan sekaligus menempatkan mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang berbasis kebencanaan di daerah itu.

Menurut informasi masyarakat setempat, selain karena intensitas curah hujan yang cukup tinggi, longsor diduga akibat adanya aktivitas pelebaran ruas jalan yang hingga kini masih berlangsung.

Salah satu upaya mitigasi bencana yang dilakukan Pemerintah Desa Kubang Tangah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto ialah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana).

Destana dibentuk untuk membantu dan melindungi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana. Selain itu, secara berkala pemerintah desa setempat juga melakukan gotong royong termasuk memperbaiki saluran air dan infrastruktur guna mencegah banjir atau longsor.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close