Nusantaratv.com- Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengaku rela sebrangi laut demi tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada energi.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam Peresmian Penerimaan Gas JNE#6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha – South Hub melalui Youtube Kementerian ESDM dan ditayangkan NTV Trend, Nusantara TV, Kamis (22/10/2026).
“Investasi yang sekarang kita mau resmikan itu kurang lebih sekitar 840 juta USD. Bagi saya angkanya besar. Tetapi kalau dibandingkan dengan ketahanan energi kita untuk menuju swasembada energi itulah jauh lebih penting,” ucap Bahlil.
“Kenapa saya jauh-jauh datang harus melewati laut sampai di atas 12 mil, ini memberikan pesan bahwa kami terus bekerja. Kita harus mengurangi impor kita. Bahkan arahan Bapak Presiden Prabowo dalam rangka menuju Swasembada Energi. Kita harus menyetop impor-impor.”
Karena itu, kata Bahlil, harus mencari cara bagaimana agar seluruh sumber daya alam dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan nasional kita.
“Ini adalah strategi kita untuk mewujudkan hasta cita Bapak Presiden. Saya memahami tantangannya cukup besar. terutama pada area-area yang memang tidak gampang untuk dilewati. Laut ini salah satu area yang tidak bisa kita memperkirakan cuaca. Beda dengan di darat,” kata Bahlil.
“Di laut ini kadang-kadang cuacanya bagus, kadang-kadang cuacanya ombak. Ini sebuah tantangan tersendiri. Karena itu saya mengapresiasi perusahaan ini apalagi 100% yang mengoperasikan adalah tenaga kerja anak-anak kandungan Ibu Pertiwi. Ini sebagai bentuk kontribusi kita kepada Ibu Pertiwi.”
Bahlil kemudian mengungkapkan soal rencana pemerintah yang akan membangun pusat hilirisasi petrokimia di Kalimantan Timur mempergunakan bahan baku dari gas. Ia berharap dengan membangun pusat hilirisasi petrokimia di Kalimantan Timur, bisa menciptakan nilai tambah.
“Kenapa tidak kita lakukan di Jakarta? Kita pengen daerah juga harus mendapatkan bagian dalam pemanfaatan sumber daerah mereka,” ujar Bahlil.
“Dengan kita menciptakan hilirisasi di daerah, itu berarti menciptakan lapangan pekerjaan di daerah, menciptakan nilai tambah di daerah, meningkatkan PNBP daerah, meningkatkan pendapatan bagi masyarakat dan daerah sekaligus kita harus menjadikan daerah menjadi tuan di negerinya sendiri. Ini yang akan kita lakukan,” jelas Bahlil.
“Saya sangat memahami bahwa pekerjaan ini bukan pekerjaan kecil. Apalagi kalian melakukan survei kurang lebih sekitar 12.000 km persegi ya dengan total investasi kurang lebih sekitar 100 juta USD. Ini mungkin salah satu terbesar di republik dalam sejarah panjang republik ini kita melakukan survei. Ini membuktikan bahwa pemerintahan di bawah Presiden Bapak Presiden Prabowo itu betul-betul konsisten masif untuk mencari lapangan-lapangan baru.”
Selain informasi tentang Bahlil Lahadalia yang mengaku rela sebrangi laut demi tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada energi. Redaksi Nusantara TV juga menyajikan sejumlah informasi piihan, antara lain:
1. Momen Prabowo Cari-Cari KDM di Rakornas TPAKD: Kemana KDM Gak Hadir?
2. Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa, Desak Atasi Karhutla dengan Serius
3. Prabowo Tegas Ingin Rakyat Sejahtera: Malu Saya, Rakyat Masih Miskin Lebih Baik Tak Jadi Presiden
Berita-berita menarik di atas dapat Anda saksikan selengkapnya dengan mengakses YouTube Nusantara TV.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh