Nusantaratv.com- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan pertumbuhan ekonomi 8% yang ditargetkan pemerintahan Prabowo Subianto hanya bisa terealisasi ketika Wali Kota, Bupati, dan Gubernur paham.
“Ketika Presiden sampaikan target 8% pertumbuhan ekonomi, hanya mungkin terjadi ketika Bupati, Gubernur, Walikota paham cara untuk memberikan kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi tadi. Karena kalau kita ingin melompat double digit menju 2045 ya targetnya harus gitu. Kalau enggak kita akan selamanya terjebak di middle income trap,” ucap Bima.
“Jadi tugas Kemendagri bersama-sama dengan Kementerian Bappenas, BPS, Kementerian Keuangan ini berkeliling memastikan Gubernur Walikota, Bupati paham membangun ekosistem ekonomi. Enggak hanya berbicara tentang government spending, enggak hanya berbicara tentang belanja pemerintah, tapi menyeimbangkan antara produksi, distribusi, konsumsi.”
Baca Juga: NTV Trend: Kapolri Gandeng Tiongkok Sikat Jaringan Narkoba Lintas Negara: Kita Sangat Serius!
Bima menegaskan, program Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo tidak bisa dilihat hanya sebatas target 5 tahun sampai2029. Asta cita ini adalah strategi turunan dari narasi besar bangsa ini menuju 2045.
“ini enggak main-main dan tidak mungkin narasi besar jangka panjang ini dilakukan dengan cara yang lama dan biasa-biasa saja. Kalau presiden dan kabinet bekerjanya sudah tidak bisnis as usual, maka teman-teman Gubernur, Wali Kota, Bupati pun polanya harus sama,” ujar Bima.
“Jadi ikhtiarnya Kemendagri yang paling utama adalah itu. Teman-teman Wali Kota Bupati meninggalkan kebiasaan lama, anggarannya enggak jelas. makan, minum, kunker, dan lain-lain. Itu mindset yang paling mendasar yang kalau Bapak Presiden bilang ini state craft-nya agak beda.”
Untuk mengetahui sejumlah informasi menarik lainnya, Anda dapat mengakses Youtube Nusantara TV.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh