Putin Mulai Mengendur, Ingin Buat Kesepakatan Akhiri Perang

Putin Mulai Mengendur, Ingin Buat Kesepakatan Akhiri Perang

Nusantaratv.com - 10 Desember 2022

Presiden Rusia Vladimir Putin/ist
Presiden Rusia Vladimir Putin/ist

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mulai mengendurkan tekanannya terkait perang melawan Ukraina. Ia mengatakan pada akhirnya kesepakatan perlu dicapai untuk mengakhiri pertempuran di Ukraina.

"Kepercayaan, tentu saja, hampir nol... tetapi pada akhirnya, kesepakatan harus dicapai," kata Putin dalam pertemuan puncak para pemimpin regional di Bishkek, ibu kota Kyrgyzstan, Jumat (9/12/2022).

"Saya telah mengatakan berkali-kali bahwa kami siap untuk perjanjian ini, dan kami terbuka (untuk itu)," tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan mantan kanselir Jerman Angela Merkel tentang perjanjian Minsk, yang dinegosiasikan dengan Paris dan Berlin untuk mengakhiri pertempuran antara Rusia dan Ukraina.

Merkel mengatakan kepada surat kabar Die Zeit bahwa kesepakatan tahun 2014 tersebut adalah "upaya untuk memberikan waktu kepada Ukraina" dan bahwa Kyiv telah menggunakannya "untuk menjadi lebih kuat".

Putin di Bishkek mengatakan dia "kecewa" dengan komentar Merkel itu. Putin mengatakan dia "selalu berasumsi bahwa pemerintah Jerman bertindak jujur".

"Setelah pernyataan seperti itu, pertanyaannya menjadi: bagaimana kami bisa setuju? Dan apakah ada yang setuju? Apa jaminannya?" cetus Putin.

Kantor kepresidenan Rusia telah mengirimkan sinyal baru soal bagaimana mengakhiri perang berkelanjutan di Ukraina. Kremlin menyatakan semuanya terserah kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mengakhiri konflik militer tersebut.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan konflik Ukraina bisa berakhir kapan saja jika otoritas Kiev menunjukkan kemauan politik. Pernyataan itu diduga merujuk pada ketentuan yang ditawarkan Rusia dan telah berulang kali ditolak Ukraina.

"Dalam hal ini, kita bisa berspekulasi kapan semua ini akan berakhir sampai wajah kita membiru," sebut Peskov dalam pernyataannya, mengomentari Zelensky yang mencetuskan konflik Ukraina mungkin berakhir tahun 2023 mendatang.

"Zelensky tahu kapan ini semuanya bisa berakhir, ini bisa berakhir besok jika dia menginginkannya," cetus Peskov, mengutip detikcom.

Kremlin sejak lama mengatakan bahwa Ukraina harus menerima persyaratan yang diberikan Rusia untuk mengakhiri pertempuran.

Salah satu persyaratan yang diajukan adalah agar otoritas Kiev mengakui Crimea sebagai bagian dari wilayah Rusia dan juga menerima wilayah-wilayah lainnya yang dianeksasi Moskow. Crimea merupakan semenanjung di wilayah Ukraina bagian timur, yang dicaplok secara ilegal oleh Moskow tahun 2014 lalu.

Selain Crimea, Rusia pada September lalu juga menganeksasi empat wilayah Ukraina sekaligus, yakni Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia, sebagai bagian dari wilayahnya.

Zelensky dan jajaran pejabat Ukraina lainnya telah berulang kali menolak persyaratan tersebut. Mereka menyebut perang akan berakhir ketika wilayah-wilayah yang diduduki berhasil direbut kembali atau ketika pasukan Rusia meninggalkan wilayah Ukraina.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close