Nusantaratv.com - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat memberdayakan masyarakat agar memanfaatkan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang dihasilkan dari proses pembakaran batubara untuk membangkitkan ekonomi.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Budiono di Jayapura, Jumat, mengatakan dengan memanfaatkan limbah FABA dari PLTU Holtekamp, merupakan bukti nyata PLN mengolah sisa operasional pembangkit dan memberikan nilai ekonomi pada limbah tersebut bagi masyarakat.
"Beberapa sektor di Jayapura telah memanfaatkan FABA, mulai dari kelompok masyarakat hingga instansi pemerintah," katanya.
Menurut Budiono, pihaknya juga telah bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, agar mendorong upaya pemanfaatan FABA untuk diolah menjadi paving block, batako, hingga bahan untuk stabilisasi lahan (roadbase).
"Kami juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat yang ingin memanfaatkan FABA menjadi produk bernilai tinggi," ujarnya.
Dia menjelaskan hal ini sejalan dengan upaya dalam menjalankan komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social and Governance yang menciptakan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
"Sepanjang tahun 2022 hingga Juni 2023, sebanyak 8.517 ton berhasil diolah untuk menjadi bahan baku campuran infrastruktur," katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya berharap ke depan FABA ini bisa semakin banyak digunakan dan menjadi salah satu pilihan bahan baku berkualitas.
"Untuk di lingkungan PLN sendiri, FABA kami manfaatkan menjadi stabilisasi lahan dan bahan baku breakwater pada lingkungan PLTU Holtekamp. Tahun 2022, penyerapan penggunaan FABA mencapai 5.388 ton. Semoga tahun ini bisa lebih besar,” ujarnya lagi.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh