Nusantaratv.com- Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan bagaimana kronologi ahli kimia dan jejaring pembuat narkotika asal Tiongkok berusaha membuat laboratorium sabu di Pidie, Aceh.
Suyudi bercerita bahwa pengungkapannya dimulai pada Februari 2026. Jaringan narkotika asal Tiongkok terdeteksi mengangkut ratusan kilogram metamin cair atau liquid metamin dari Myanmar Utara, melintas Laos dan Thailand sebelum tiba di tujuan akhir Banda Aceh, Indonesia pada 18 Mei 2026.
“21 Mei 2026, 2 warga asal Tiongkok selaku koki utama atau ahli kimia atau tersangka LJ, 45 Tahun atau XM 42 Tahun melakukan perjalanan dari Yunani China, transit di Malaysia, dan masuk ke Banda Aceh tanggal 24 Mei 2026,” kata Suyudi.
Selanjutnya, kata Suyudi, kedua warga negara Tiongkok tersebut berada di Banda Aceh selama 10 hari. Keduanya menginap di salah satu hotel di Banda Aceh dan melakukan survei hingga kembali lagi ke Malaysia tanggal 2 Juni 2026.
Kemudian pada akhir Juli 2026, kedua tersangka warga negara asing tersebut memulai pengiriman tahap kedua metapetamine cair seberat 1 ton melalui rute yang sama dengan tahap pertama.
“Cairan disamarkan dalam kaleng hijau bermerk Titanpro untuk mengelabuhi petugas saat pengecekan. Nah tanggal 15 Oktober 2026, tersangka LJ dan XM melakukan perjalanan dari Kunming China dan tiba di Kuala Lumpur pada pukul 14.40 waktu setempat dan bertemu dengan tersangka B yang berkewarganegaraan Indonesia,” ungkap Suyudi.
“Selama di Malaysia tersangka LJ dan XM dibantu tersangka MN untuk akomodasi dan penginapan.”
Berbekal informasi tersebut, Suyudi mengatakan bahwa tim gabungan langsung meningkatkan operasi menjadi penyelidikan dan langkah itu dilakukan untuk mengawasi pergerakan target.
Penyelidikan dimulai 16 Oktober 2026 saat tersangka B terbang mendahului LJ dan XM dari Kuala Lumpur ke Banda Aceh, lalu menuju Samalanga, Bierun. Kemudian pada Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 17.20, tersangka LJ, XM, dan MN tiba di Banda Aceh dan dijemput RI menggunakan mobil Innova hitam. Kemudian tanggal 18 Oktober 2026, mobil bergerak ke arah Medan dan LJ menghubungi atasannya yang berada di Tiongkok berinisial LX.
“Bahwa pembuatan sabu telah dimulai,” ungkap Suyudi.
Selanjutnya pada 19 Oktober 2026, pukul 12.51 WIB rombongan fortuner memindahkan kotak ke mobil Honda Jazz putih selaku penerima logistik. Pada hari yang sama atau sekitar pukul 22.35, National Narcotics Control Commission (NNCC) memberikan informasi kepada tim gabungan bahwa LX memerintahkan LJ dan XM untuk mempercepat produksi dan pengemasan.
“Mengetahui sebagai barang bukti mulai didistribusikan keluar dari laboratorium, tim memutuskan untuk mengunci lokasi dan melakukan penangkapan. Sehingga pada hari Rabu, 21 Oktober 2026 dini hari, tim melakukan konsolidasi di daerah Pidie untuk menggabungkan hasil analisa informasi dan pemantauan lapangan guna menentukan cara bertindak,” kata Suyudi.
Pukul 12.19, tim gabungan mendapatkan informasi bahwa tersangka LJ dan XM berada di sebuah ruko di Jalan Dayah Tanoh, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Selanjutnya pada pukul 14.40 tim gabungan melaksanakan penindakan di ruko tersebut dan 4 lokasi lain di Bierun, Aceh Utara, dan Lhoksumawe.
“Petugas mengamankan tersangka LJ dan F, dan juga MY, AK, dan AY. Tim gabungan mengamankan lokasi yang menjadi clandestine laboratory. Kemudian melakukan penggeledahan, di lokasi tersebut menemukan barang berupa 20 drum sabu cair, methyl, dan kurang lebih 500 kilogram sabu kristalmate dengan total barang bukti yang berhasil diamankan lebih kurang 1,2 ton bruto,” kata Suyudi.
“Selain itu tim gabungan juga mengamankan peralatan yang digunakan untuk mengolahan sabu 60 kaleng titanpro serta 4 kompor 2 tungku, 7 buah tabung gas 12 kilogram, 3 mesin cuci yang digunakan untuk pengkristalan dann 6 handphone di lokasi clandestine laboratory.”
Suyudi menuturkan proses yang dilakukan para tersangka sangat sistematis, terstruktur, dan dikendalikan oleh ahli kimia berpengalaman.
Berita Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang mengungkap penangkapan gembong narkoba Tiongkok dapat Anda saksikan selengkapnya di YouTube Nusantara TV.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh