Pemkab Sigi Tutup Aktivitas PETI di Desa Sidondo Satu

Pemkab Sigi Tutup Aktivitas PETI di Desa Sidondo Satu

Nusantaratv.com - 03 Mei 2023

Bupati Sigi Mohamad Irwan dan Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi meninjau PETI di Desa Sidondo Satu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. (ANTARA/HO-Dok Prokopim Setda Pemkab Sigi)
Bupati Sigi Mohamad Irwan dan Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi meninjau PETI di Desa Sidondo Satu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. (ANTARA/HO-Dok Prokopim Setda Pemkab Sigi)

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menutup aktivitas pertambangan tanpa izin (Peti) di Desa Sindondo Satu, Kecamatan Sigi Biromaru, sebagai bentuk penertiban untuk menjaga kelestarian lingkungan.

"Pemkab Sigi berkomitmen menyelenggarakan pengelolaan lingkungan lestari, dan investasi hijau karena, kegiatan  yang dapat melahirkan dampak besar pada kerusakan lingkungan tentu akan ditertibkan," ujar Bupati Sigi Mohamad Irwan di Sigi, Rabu.

Bupati mengakui bahwa penertiban aktivitas Peti di Desa Sindondo Satu dilakukan oleh Pemkab Sigi bersama TNI dan Polri serta pihak Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).

Sebelum melakukan penertiban, terlebih dahulu Pemkab Sigi bersama pihak terkait melaksanakan rapat koordinasi untuk membahas Peti tersebut.

Bupati mengakui bahwa hal ini dilakukan oleh Pemkab Sigi bermula dari laporan masyarakat Desa Sidondo Satu tentang adanya aktivitas pertambangan emas di desa tersebut.

"Seiring dengan itu, kepala desa setempat juga mengakui bahwa ada oknum yang datang kepadanya  untuk meminta izin melakukan aktivitas pertambangan, tetapi tidak diizinkan oleh kepala desa," ujarnya.

Dalam perjalanannya, ada warga yang mengakui bahwa lahan Peti merupakan tanah miliknya, yang kemudian dikerjasamakan dengan salah satu perusahaan untuk melakukan aktivitas pertambangan.

"Kami sudah meninjau lokasi ini dan kami tutup aktivitas pertambangannya," ucap dia.

Bupati juga mengemukakan bahwa Pemkab Sigi bersama TNI dan Polri akan menindak tegas oknum-oknum yang melaksanakan pertambangan ilegal.

"Apalagi lokasinya berada di kawasan Lindung Taman Nasional Lore Lindu," ujarnya.

Ia berharap  tidak ada lagi tindakan  pelanggaran hukum seperti aktivitas Peti yang dilakukan oleh masyarakat, apalagi dengan merusak hutan.

"Aktivitas Peti ini dapat berakibat  banjir yang cukup besar yang dapat merugikan seluruh masyarakat yang bermukim di Desa Sidondo Satu," ungkapnya.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close