Nusantaratv.com - Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara merumuskan pembangunan ekonomi inklusif dan kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah itu.
Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Nurlela Samad dihubungi di Ternate, Kamis mengatakan pihaknya merumuskan bersama pemangku kepentingan terkait merumuskan Model Pembangunan Kolaborasi (Babari) antar Organisasi Perangkat daerah, Pemerintah Desa, Badan Usaha Milik Desa, dunia usaha dan masyarakat dalam pembangunan ekonomi inklusif.
Menurut dia kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat, baik dari sisi pendapatan dan pengeluaran untuk mengatasi kemiskinan pedesaan.
Kolaborasi yang dilakukan mulai dari kegiatan usaha secara bersama antar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa melalui unit usaha dalam bentuk BUMD dan BUM Desa," katanya.
Kemudian menyusun Program Halmahera Satu Harga, melalui unit usaha Fagogoru Mart dan menyusun model kerja sama kolaborasi dalam penyediaan Fagogoru Mart di Halmahera Tengah.
Lalu penyertaan modal ke BUMD sebagai pusat Distribusi dan pemasok barang konsumsi warga Halmahera Tengah, menyusun peta jalan Halmahera tengah Satu Harga, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.
Selanjutnya menyediakan dasar hukum pelaksanaan program melalui Peraturan Daerah Halmahera Tengah Satu Harga di sertai peraturan lainnya sebagai petunjuk teknis.
Pihaknya mengajak pemerintah desa memberi dukungan kolaborasi mewujudkan ekonomi inklusif dengan penyertaan modal ke Badan Usaha Milik Desa.
Perangkat desa diimbau segera bermusyawarah membentuk Badan Usaha Milik Desa dalam mendukung Program Halmahera Tengah Satu Harga dan menjadikan Badan Usaha Milik Desa sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, yang melibatkan pelaku usaha di tingkat desa dalam pengembangan ekonomi desa.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh