Nusantaratv.com - Angka kemiskinan di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, turun dari 11,06 persen pada 2021 menjadi 10,34 persen pada 2022, kata Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda.
"Hal ini dipengaruhi oleh kondisi pandemi COVID-19 yang mulai melandai sehingga perekonomian Kota Palembang pulih kembali," katanya di Palembang, Jumat.
Ia meminta semua pemangku kepentingan dan organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat kerja sama untuk menanggulangi kemiskinan.
"Dengan kerja sama yang baik dan penganggaran yang cukup jelas di setiap OPD, insya Allah kemiskinan ekstrem di Kota Palembang dapat terselesaikan," katanya.
Menurut dia, pemerintah kota sudah memetakan daerah-daerah kantung kemiskinan serta strategi menurunkan angka kemiskinan dan angka kemiskinan ekstrem.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Kota Palembang Harrey Hadi mengatakan bahwa jumlah penduduk yang mengalami kemiskinan ekstrem di Kota Palembang cukup banyak, sekitar 66 ribu orang.
"Kemiskinan ekstrem ini kami harus intervensi, selama itu tidak diintervensi maka permasalahan tersebut tidak akan selesai," katanya.
"Masyarakat dalam kemiskinan ekstrem ini tidak berdaya dan berbeda dengan kemiskinan yang tidak ekstrem, (yang) dengan sedikit bantuan saja bisa lepas dari kemiskinan," ia menambahkan.
Ia mengatakan bahwa pemerintah kota berusaha memperbanyak lapangan kerja serta meningkatkan akses warga terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan guna mengurangi jumlah penduduk dengan kemiskinan ekstrem. Pemerintah juga menjalankan program-program untuk meningkatkan kesejahteraan warga.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh