Nusantaratv.com-PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Balongan menjalankan pengawasan kualitas bahan bakar minyak (BBM) secara menyeluruh untuk memastikan produk yang diterima masyarakat telah memenuhi standar mutu. Setiap tahapan distribusi dilakukan dengan mekanisme pengujian berlapis, ketat, dan berkelanjutan sebelum BBM disalurkan ke SPBU.
Integrated Terminal Balongan menjadi salah satu simpul penting dalam rantai distribusi energi nasional, khususnya untuk wilayah Jawa Barat yang meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning), serta sebagian wilayah Jawa Tengah.
Selain BBM, fasilitas ini juga menopang pasokan Avtur untuk sejumlah Depot Pengisian Pesawat Udara di kawasan Bandung dan Jakarta.
Superintendent Fuel Receiving, Storage, and Distribution IT Balongan, Firman Nugroho, mengatakan bahwa pengawasan mutu dilakukan sejak produk masih berada di kilang hingga akhirnya dimuat ke mobil tangki untuk didistribusikan.
Setiap perpindahan produk selalu disertai pengujian laboratorium guna memastikan spesifikasi BBM tetap terjaga.
IT Balongan menyalurkan berbagai jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Khusus (BBK), antara lain Pertamax, Pertamax Turbo, Biosolar, Solar, Pertadex, Avtur, serta LPG. Pasokan produk berasal dari sejumlah kilang Pertamina seperti Refinery Unit Balongan, Cilacap, Dumai, dan Plaju.
Selanjutnya, BBM dan LPG tersebut disalurkan ke fasilitas penjualan Pertamina dengan dukungan lebih dari 50 unit mobil tangki BBM dan sekitar 90 unit mobil tangki LPG.
“Setiap kali BBM berpindah, kami selalu melakukan uji laboratorium. Mulai dari sebelum produk diterima dari kilang, setelah diterima di terminal, hingga saat BBM disalurkan ke mobil tangki. Dengan cara ini, kualitas BBM terus kami pastikan,” jelas Firman Nugroho di sela kegiatan Pertamina Media Visit di Integrated Terminal Balongan, Jumat, 30 Januari 2026.
Firman menjelaskan, pengujian tahap awal dilakukan sebelum BBM dikirim dari kilang ke IT Balongan. Sampel BBM diperiksa oleh tim laboratorium sesuai parameter mutu yang telah ditentukan. Setelah produk tiba di terminal, pengujian ulang kembali dilakukan untuk memastikan kualitas tidak berubah selama proses pengiriman.
Pengawasan kualitas berlanjut saat BBM yang tersimpan di tangki IT Balongan akan dimuat ke mobil tangki. Pada tahap ini, pengambilan sampel dan uji laboratorium dilakukan secara rutin setiap hari sebagai bagian dari komitmen menjaga mutu produk hingga ke SPBU.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa Integrated Terminal Balongan merupakan salah satu contoh fasilitas hilir Pertamina yang menerapkan standar pengawasan kualitas secara konsisten di seluruh Indonesia. Menurutnya, peran terminal ini sangat strategis dalam menjaga keandalan distribusi energi di wilayah Jawa Bagian Barat.
“Pertamina menyadari pentingnya kualitas produk. Melalui pengujian berlapis yang diterapkan pada setiap titik serah produk, kami berharap bisa menjaga kualitas produk Pertamina dan memaksimalkan pelayanan Pertamina kepada masyarakat,” tutup Baron.
Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi nasional, Pertamina terus berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong berbagai program yang berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Komitmen tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada penguatan tata kelola, peningkatan pelayanan publik, keberlanjutan bisnis, dan kepedulian lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini usaha dan operasional perusahaan, berkoordinasi dengan Danantara Indonesia.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh