Nusantara Economic Outlook 2026: Airlangga Sebut 18 Proyek Hilirisasi Serap 276 Ribu Pekerja

Nusantara Economic Outlook 2026: Airlangga Sebut 18 Proyek Hilirisasi Serap 276 Ribu Pekerja

Nusantaratv.com - 04 Februari 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto di acara Nusantara Economic Outlook 2026 (Nusantara TV)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto di acara Nusantara Economic Outlook 2026 (Nusantara TV)

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com – Pemerintah terus menggenjot agenda hilirisasi sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, saat ini terdapat 18 proyek hilirisasi yang tengah dipacu realisasinya dengan nilai investasi mencapai ratusan triliun rupiah.

Total investasi dari belasan proyek tersebut tercatat sebesar Rp618 triliun dan diperkirakan mampu membuka lapangan kerja bagi sekitar 276.000 tenaga kerja. Selain meningkatkan penyerapan tenaga kerja, proyek-proyek ini juga diharapkan mendorong nilai tambah industri dalam negeri serta memperkuat daya saing nasional.

“Pemerintah mendorong 18 proyek hilirisasi dengan investasi Rp618 triliun dan akan menyerap 276.000 tenaga kerja,” ucap Airlangga dalam sambutan pembukaan Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026 yang digelar pada Rabu, 4 Februari 2026.

Baca Juga: Nusantara Economic Outlook 2026: Airlangga Beberkan Arah Kebijakan Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Tak hanya fokus pada hilirisasi industri, Airlangga menuturkan pemerintah juga memberi perhatian serius pada sektor pertanian dan peternakan. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta target swasembada pangan nasional.

“Pemerintah juga mendorong sektor pertanian dan peternakan yang sangat terdorong dan terbantu oleh program MBG dan program swasembada pangan,” ungkap Airlangga.

Sementara itu, dari sisi konstruksi, pemerintah terus mengakselerasi program pembangunan tiga juta rumah. Program ini diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan hunian masyarakat, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi melalui rantai pasok sektor konstruksi dan industri pendukung lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global. Sinergi antara pemerintah pusat, pelaku usaha, serta dukungan media dinilai menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga: NEO 2026: Preskom NT Corp Tekankan Pentingnya Menguasai Teknologi dan Merancang Strategi Jitu untuk Maksimalkan Hasil Hilirisasi

“Resiliensi menjadi perhatian pemerintah dan pertumbuhan berkelanjutan juga terus didorong dan ini membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, dukungan media seperti Nusantara TV dan para pelaku ekonomi,” jelas Airlangga.

Ia pun menyampaikan optimisme bahwa kerja sama yang solid antar pemangku kepentingan akan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional, termasuk peningkatan kesejahteraan dan perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Saya optimis dengan kolaborasi dan kerja keras kita bersama, pertumbuhan ekonomi dapat kita capai yang tentunya memberi kesejahteraan, memberi lapangan kerja kepada rakyat Indonesia,” tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close