Kemenkop dan BPJS Perluas Layanan Kesehatan hingga Desa

Kemenkop dan BPJS Perluas Layanan Kesehatan hingga Desa

Nusantaratv.com - 08 April 2026

Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi (tengah) dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito (kiri) berfoto bersama usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Selasa (7/4/2026). ANTARA/HO-Kemenkop. (Antara)
Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi (tengah) dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito (kiri) berfoto bersama usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Selasa (7/4/2026). ANTARA/HO-Kemenkop. (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) memperkuat kerja sama dengan BPJS Kesehatan guna memperluas akses layanan kesehatan hingga ke tingkat desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Zabadi mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan operasionalisasi 30.000 Kopdes Merah Putih pada Agustus mendatang.

“Kalau kita hitung rata-rata anggotanya 1.000 orang saja, berarti minimal ada 30 juta masyarakat desa dan kelurahan yang akan terfasilitasi (fasilitas kesehatan) di tahap pertama,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Ia menambahkan bahwa potensi cakupan masih sangat besar, mengingat terdapat lebih dari 83 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Jika seluruh wilayah memiliki koperasi dengan jumlah anggota serupa, maka lebih dari 80 juta masyarakat berpotensi mendapatkan akses layanan kesehatan.

Menurut Zabadi, koperasi ke depan tidak hanya berperan dalam sektor ekonomi, tetapi juga menjadi pusat layanan kesehatan melalui penyediaan apotek dan klinik bagi masyarakat desa.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Kopdes Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang dinilai memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Kami menyambut baik kerja sama ini dan akan terus mendorong seluruh anggota koperasi untuk menjadi peserta BPJS. Ini adalah hak bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” ucapnya.

Sementara itu, Prihati Pujowaskito menyampaikan bahwa cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini telah mencapai 98 persen dari total penduduk Indonesia.

Ia menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan memastikan keberlanjutan program JKN sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara merata, terutama untuk mencegah masyarakat jatuh ke dalam kemiskinan akibat biaya pengobatan.

“Hari ini kita melakukan penandatanganan MoU untuk bisa bekerja sama dalam rangka melaksanakan program JKN sampai ke desa, masuk ke ekosistem Koperasi Desa Merah Putih, kemudian ke ekosistem MBG dan SPPG ke daerah-daerah,” kata dia.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close