Nusantaratv.com - Toyota terus mencari cara untuk membuat pengalaman berkendara mobil listrik lebih menarik.
Berdasarkan paten terbaru yang dipublikasikan, pabrikan asal Jepang tersebut masih mengembangkan sistem transmisi manual simulasi untuk kendaraan listrik yang dilengkapi pedal kopling dan tuas persneling layaknya mobil bermesin bensin.
Paten yang diajukan pada Januari 2025 dan pertama kali diungkap oleh CarBuzz, seperti dikutip dari Drive, Selasa (9/6/2026), menunjukkan mobil listrik Toyota nantinya dapat menghadirkan sensasi mengemudi yang lebih autentik.
Bahkan, sistem tersebut dirancang agar kendaraan bisa mengalami "mesin mati" atau stall jika pengemudi salah mengoperasikan perpindahan gigi, mirip seperti mobil manual konvensional.
Teknologi ini bekerja dengan bantuan kalkulator kecepatan mesin virtual yang akan memantau kesesuaian antara posisi gigi, putaran mesin virtual, dan kondisi berkendara.
Jika sistem mendeteksi perpindahan gigi yang tidak tepat, torsi motor listrik dapat diputus sehingga kendaraan kehilangan tenaga dan berhenti layaknya mobil manual yang mati mesin.
Tak hanya itu, Toyota juga berupaya meniru karakteristik khas mobil transmisi manual lainnya, seperti hentakan saat salah memilih gigi, efek kehilangan tenaga pada putaran rendah, hingga kemampuan kendaraan mundur saat berhenti di tanjakan.
Sebenarnya, proyek transmisi manual simulasi ini bukan hal baru bagi Toyota. Prototipe pertama teknologi tersebut pernah diperlihatkan pada Lexus UX300e pada 2022.
Saat itu, kendaraan dilengkapi pedal kopling, tuas persneling, serta suara mesin sintetis untuk menciptakan pengalaman berkendara yang lebih emosional.
Namun, jalan menuju produksi massal ternyata tidak mudah. Asisten Kepala Insinyur Lexus, Yasuyuki Terada, mengungkapkan salah satu tantangan terbesar justru berkaitan dengan regulasi dan perizinan mengemudi.
Menurut Terada, muncul pertanyaan mengenai jenis surat izin mengemudi (SIM) yang harus dimiliki pengguna jika sistem transmisi manual tersebut dapat diaktifkan maupun dinonaktifkan sesuai keinginan.
Hingga kini, isu tersebut masih menjadi perdebatan dan belum memiliki aturan yang jelas. Menariknya, paten terbaru Toyota juga mengungkap fitur yang lebih canggih.
Sistem dapat mengenali tingkat kemampuan pengemudi dan secara otomatis mengaktifkan fitur bantuan seperti hill hold assist untuk pengguna pemula.
Sementara bagi pengemudi berpengalaman, bantuan tersebut hanya akan bekerja dalam kondisi tertentu, misalnya saat terdapat kendaraan lain di belakang.
Toyota bahkan mempertimbangkan menghadirkan mode launch control yang memungkinkan pengemudi melepas kopling untuk mendapatkan akselerasi lebih agresif, seperti pada mobil performa tinggi.
Langkah Toyota ini menunjukkan upaya produsen otomotif untuk menghadirkan sensasi berkendara yang lebih emosional di era elektrifikasi.
Meski demikian, belum ada kepastian apakah teknologi transmisi manual simulasi tersebut benar-benar akan diproduksi dan hadir pada mobil listrik Toyota di masa depan.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh