Nusantaratv.com-Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menyatakan peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) telah membantu memperbaiki kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kita patut syukuri bahwa peningkatan jumlah SLHS pada satu sisi memang kita lihat telah mampu meningkatkan kualitas pangan, sehingga kejadian-kejadian (insiden keamanan pangan) yang tidak diinginkan sudah jauh berkurang dibandingkan dengan puncaknya pada Agustus dan September tahun 2025," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Qodari menegaskan pemerintah terus melakukan perbaikan kualitas Program MBG, baik melalui internal Badan Gizi Nasional maupun dukungan kementerian dan lembaga lainnya di tingkat pusat hingga daerah.
"Di tingkat pusat, pemerintah telah membentuk satuan tugas di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk menyatukan berbagai macam elemen badan-badan atau kementerian/lembaga yang terlibat dalam MBG. Kita terus berupaya untuk memperbaiki kualitas dari MBG," ujarnya.
Ia juga menyampaikan sebanyak 1.738 SPPG ditangguhkan atau disuspend per Senin, 12 Mei 2026 sebagai langkah untuk memperbaiki tata kelola program tersebut.
"Berdasarkan data per 12 Mei 2026 terdapat 1.738 SPPG yang diberhentikan sementara atau suspend karena tidak memenuhi standar. Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) juga mengoperasikan call center SAGI 127 sebagai kanal pengaduan publik," ucapnya, dikutip dari Antara.
Menurut Qodari, pengawasan dan akuntabilitas terhadap SPPG terus diperkuat melalui inspeksi berkelanjutan yang dilakukan BGN dalam pengelolaan distribusi MBG.
Sepanjang 2026, jumlah pengaduan yang masuk melalui call center SAGI 127 tercatat mencapai 3.615 laporan.
Pemerintah, kata dia, berkomitmen terus memperbaiki tata kelola program secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan juga terus mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi bagi lebih dari 26 ribu dapur MBG di seluruh Indonesia guna menjamin keamanan pangan nasional.
"Peningkatannya cukup signifikan, ya, akhir Maret lalu permohonan masih di bawah 10.000, namun sekarang sudah ada 26.000 lebih dapur SPPG yang terdata," kata Then Suyanti.
Ia mengungkapkan hingga Kamis, 24 April 2026, sebanyak 14.646 SLHS telah diterbitkan atau mencapai sekitar 81 persen dari total permohonan yang masuk.
Selain itu, dari total data yang ada, sebanyak 17.807 dapur telah mengajukan permohonan sertifikat, sementara sekitar 8.600 dapur lainnya tercatat belum mengajukan SLHS.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh