Kemenag Fasilitasi GMS Bantul, Stafsus Menag: Negara Hadir Jamin Kebebasan Beribadah

Kemenag Fasilitasi GMS Bantul, Stafsus Menag: Negara Hadir Jamin Kebebasan Beribadah

Nusantaratv.com - 03 Juni 2026

Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar. (Istimewa)
Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar. (Istimewa)

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com - Kementerian Agama RI memastikan hadir sebagai fasilitator untuk menyelesaikan persoalan Gereja Mawar Sharon (GMS) Bantul. Negara menjamin kebebasan beribadah setiap warganya.

Komitmen itu disampaikan Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar usai berdiskusi langsung dengan Pimpinan GMS di GMS Church Surabaya, Selasa malam 2 Juni 2026. Hadir juga dalam pertemuan tersebut Pendeta Philip Mantofa dan Pendeta Irene Mantofa.

Dalam kesempatan tersebut, Gugun mengaku telah berkomunikasi dengan UKP Gus Miftah, Kapolda DIY, hingga Bupati Bantul. Tujuannya satu yakni mendorong percepatan penyelesaian masalah secara damai dan konstruktif.

“Saya tadi malam berkesempatan hadir di GMS Church Surabaya untuk berdiskusi terkait perkembangan penanganan persoalan GMS Bantul. Sekaligus saya sudah telepon UKP Gus Miftah, Kapolda DIY, dan Bupati Bantul guna mendorong percepatan penyelesaian masalah secara damai dan konstruktif,” ujar Gugun dalam keterangannya, Rabu, 3 Juni 2026.

Gugun menjelaskan, Kementerian Agama mengambil peran menjembatani GMS Bantul dengan Pemerintah Kabupaten Bantul. Tujuannya agar seluruh aspek administrasi yang masih menggantung segera diselesaikan pemerintah daerah. Bagi Kemenag, langkah ini murni bentuk kehadiran negara.

"Negara wajib melindungi dan menjamin kebebasan setiap warga untuk beribadah sesuai keyakinannya," tegas Gugun.

Untuk langkah selanjutnya, baik Kemenag maupun pihak GMS sepakat menunggu undangan pertemuan lanjutan dari Pemkab Bantul. Forum itu nantinya akan membahas detail teknis penyelesaian.

Gugun menekankan, semangat yang dibawa sama yakni menjaga kerukunan, ketenangan, dan keharmonisan antarumat beragama.

"Jalur dialog dan musyawarah jadi pilihan utama, bukan konfrontasi," katanya.

Di sisi lain, pihak GMS juga menyatakan sikap. Mereka mempercayakan sepenuhnya proses penyelesaian kepada pemerintah dan mendukung penuh upaya yang sedang dilakukan semua pihak terkait.

Menutup keterangannya, Gugun meminta doa dan dukungan publik. Ia berharap proses mediasi berjalan lancar, melahirkan solusi terbaik untuk semua, dan semakin menguatkan persatuan bangsa Indonesia.

“Mohon doa dan dukungannya. Semoga proses mediasi berjalan lancar, menghasilkan solusi terbaik bagi semua pihak, serta semakin memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa Indonesia,” tutup Gugun.

Kemenag berharap proses mediasi berjalan kondusif agar hak konstitusional warga dalam beribadah dapat dipenuhi tanpa menimbulkan gesekan baru di tengah masyarakat. 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close