Nusantaratv.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 2 Maret 2026 di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan tiba terlebih dahulu sekitar pukul 15.40 WIB dengan mengenakan kemeja putih. Tak lama kemudian, hadir pula Menteri Energi dan Sumber Daya Minera (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Bahlil menyampaikan bahwa pembahasan difokuskan pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya dampak penutupan Selat Hormuz oleh Iran terhadap distribusi minyak dunia.
"Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran," kata Bahlil.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga tampak didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto serta CEO Danantara Rosan Roeslani dalam agenda Business Summit di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu, 18 Februari 2026.
Terkait langkah antisipasi, Bahlil menjelaskan bahwa pihaknya akan lebih dahulu menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) sebelum menyampaikan laporan resmi kepada Presiden.
"Nanti, saya besok InsyaAllah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan," ujarnya.
Ia turut mengakui bahwa harga minyak mentah Brent mulai menunjukkan kenaikan seiring meningkatnya eskalasi konflik.
"Perlahan-lahan sebagian sudah ada perubahan harga naik," katanya.
Meski demikian, Bahlil memastikan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman.
"Masih cukup, 20 hari," ujarnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh