Menkominfo Minta Penyelenggara MUX Gencarkan Distribusikan Set Top Box

Menkominfo Minta Penyelenggara MUX Gencarkan Distribusikan Set Top Box

Nusantaratv.com - 16 Desember 2022

Set Top Box buatan perusahaan Indonesia yang diekspor ke Brazil. (ANTARA/HO-Humas Kemenperin/am.)
Set Top Box buatan perusahaan Indonesia yang diekspor ke Brazil. (ANTARA/HO-Humas Kemenperin/am.)

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate meminta penyelenggara multipleksing (MUX) dari lembaga penyiaran swasta untuk lebih aktif mendistribusikan perangkat set top box ke masyarakat miskin agar layanan TV digital bisa diakses merata oleh semua kalangan di seluruh Indonesia.

"Kita saat ini mendorong agar penyelenggara MUX yaitu lembaga penyiaran swasta yang sebagian terbesar mereka adalah anggota ATVSI untuk lebih aktif melakukan distribusi set top box karena monitoring kami sampai dengan saat ini masih perlu lebih digalakkan," ucap Johnny di Depok, Jawa Barat, Jumat.

Selain itu, Johnny juga meminta kepada masyarakat yang tidak masuk kategori penerima set top box gratis, tetapi masih menggunakan televisi tabung yang belum memenuhi standar DVB-T2 atau tv digital untuk segera memasang perangkat set top box.

Dia menilai saat ini suplai produksi set top box masih mencukupi. Terdapat 46 pabrikan yang memperoleh izin untuk memproduksi perangkat tersebut. Hanya saja, menurut dia, yang menjadi kendala saat ini adalah pendistribusian set top box oleh penyelenggara MUX yang masih belum maksimal.

"Saya sekali lagi berharap bahwa lembaga penyiaran swasta, penyelenggara MUX TV-TV swasta yang punya tugas untuk itu melakukan dengan lebih agresif," ujar dia.

Adapun pemerintah, kata Johnny, telah mendistribusikan sebanyak 1,1 juta set top box ke masyarakat miskin. Dia mengatakan semakin cepat pemerataan pendistribusian set top box akan semakin cepat pula analog switch off di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan itu, dirinya turut menyampaikan bahwa analog switch off telah dilakukan di 265 kabupaten/kota. Dengan demikian, masih tersisa 249 kabupaten/kota yang belum menjalankan program tersebut.

"Yang tersisa 249 kabupaten/kota. Di Jawa seluruhnya kita harapkan nanti akan terselesaikan per 20 Desember 2022 ini, yaitu nanti akan dilakukan analog switch off di Jawa Timur," ujar Johnny.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close