Stellantis Ngebet Produksi Mobil Listrik

Stellantis Berencana Memiliki Versi Sepenuhnya Listrik atau Hybrid Dari Semua Kendaraannya yang Tersedia di Eropa Pada 2025.

Ilustrasi Stellantis berencana produksi mobil listrik. (Today24 News)

Nusantaratv.com - Stellantis merupakan kolaborasi dua perusahaan produsen mobil Peugeot PSA dan Fiat Chrysler (FCA). Sinergi keduanya, kata Kepala Eksekutif Peugeot, Carlos Tavares, untuk memberikan pengaruh dan berlomba memproduksi lebih banyak mobil listrik.

Mengutip Reuters, Kamis (4/3/2021), Stellantis sebagai produsen otomotif terbesar keempat dunia, saat ini memiliki 14 brand mobil, termasuk di antaranya Opel, Jeep, Ram dan Maserati.

Tavares mengatakan persediaan mobil global yang rendah dan pemotongan biaya akan membantu meningkatkan margin keuntungan tahun ini, meskipun pembuat mobil itu juga melihat lebih dari sekedar penghematan.

"Ini bukan penggabungan krisis," katanya dalam konferensi analis.

"Ini adalah merger yang akan membuka peluang baru bagi perusahaan yang sehat, dengan orang-orang berbakat yang tidak ingin tersudut dalam posisi warisan," lanjutnya.

Stellantis bertujuan memberikan penghematan lebih dari 5 miliar euro setahun melalui merger, serta meningkatkan dalam menghadapi tantangan industri.

Produsen mobil berlomba mengembangkan kendaraan listrik untuk memenuhi target emisi CO2 yang lebih ketat di Eropa. Pekan ini, Volvo mengumumkan akan menghadirkan mobil listrik dalam skala besar, dan semakin banyak produsen mobil yang menargetkan line-up listrik sepenuhnya pada 2030.

Stellantis berencana memiliki versi full-electric atau hybrid dari semua kendaraannya yang tersedia di Eropa pada 2025. Secara umum rencana ini sejalan dengan rival teratas seperti Volkswagen dan Renault-Nissan, meskipun Stellantis harus melangkah lebih jauh untuk memenuhi tujuan itu.

Kelompok tersebut mengatakan pasar Amerika Serikat (AS) telah mendorong keuntungan selama bertahun-tahun di FCA dan dimulai sebagai bagian terkuat dari Stellantis. Produsen mobil itu menargetkan margin laba operasi yang disesuaikan sebesar 5,5 persen hingga 7,5 persen tahun ini.

Hal itu dibandingkan dengan marjin agregat 5,3 persen tahun lalu: 4,3 persen di FCA dan 7,1 persen di PSA tidak termasuk saham pengendali di pembuat suku cadang Faurecia, yang akan dipisahkan dari Stellantis segera.

Industri ini sedang terjepit oleh kekurangan semikonduktor global terkait Covid-19, yang digunakan untuk segala hal mulai dari memaksimalkan penghematan bahan bakar mesin hingga fitur bantuan pengemudi.

"Masalahnya mungkin tidak sepenuhnya terselesaikan pada paruh kedua 2021, karena beberapa saingan otomotif telah memberi tanda, menggambarkan pasokan sebagai 'hal besar yang tidak diketahui' untuk pendapatan pada 2021," tukas Tavares.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK