Hal serupa terjadi pada KU 10 tahun. Kali ini kegemilangan dibukukan petenis pulau Dewata, Ni Putu Etenia. Dalam laga final tunggal, atlet Denpasar ini menjalani pertarungan tiga babak atas rekan gandanya, 5-4(2), 1-4, 5-4(7).
Sebaliknya, pada final ganda, mereka bermain kompak kala menghadapi Marcella Feodora dan Nadia Putri. Gelar bagi mereka, 4-0, 4-1.
Upaya Melahirkan Petenis Dunia sudah berlangsung sepekan, turnamen yang disponsori perusahaan susu dalam kemasan ini pun berakhir. Ardi, pelatih klub MTA Cibubur, menyanjung pengelolaan turnamen.
"Disediakannya Practice Court dan diatur sedemikian baik merupakan satu pembelajaran yang patut ditiru oleh lainnya. Salut juga atas sponsor bagus yang menghiasi turnamen," ujarnya.
Yanto, salah satu orang tua peserta, mengharapkan gelaran ini dapat berlangsung rutin di jawa timur.
"Penyelenggaranya rapi, bagus, dan menarik. Semoga turnamen dan sponsor lainnya jadi ketagihan. Semoga bisa mengadakan dua kali dalam setahun," harapnya.
Senada, Stefan Kadir, selaku pelatih Next Gen Tennis Academy, menginginkan kejuaraan nasional ini terus berkembang. Sukses dengan turnamen diakui PP Pelti (TDP) berlevel J2, ia ingin menggelar turnamen junior level ITF (Federasi Tenis Internasional).
Ia menambahkan, "dengan itu, Malang sebagai kota penyelenggaraan dapat dikenal kalangan tenis, bukan hanya nasional tetapi international, seperti cita-cita akademi yang ingin menelurkan world class tenis athlete seperti Aldila Sutjiadi dan Christopher Rungkat."




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh