Tommy Rusihan Arief Mengenang Persahabatan dengan Dede Sulaiman, Adik Kelas di SMA Ksatrya Jakarta yang Jadi Legenda Sepakbola Indonesia

Tommy Rusihan Arief Mengenang Persahabatan dengan Dede Sulaiman, Adik Kelas di SMA Ksatrya Jakarta yang Jadi Legenda Sepakbola Indonesia

Nusantaratv.com - 26 Januari 2026

Mantan Direktur Media PSSI era Ketua Umum Djohar Arifin Husin, Tommy Rusihan Arief (kiri) bersama Umuh Muchtar
Mantan Direktur Media PSSI era Ketua Umum Djohar Arifin Husin, Tommy Rusihan Arief (kiri) bersama Umuh Muchtar

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Kabar duka menerpa sepak bola Indonesia. Salah satu legenda sepak bola nasional Dede Sulaiman meninggal dunia usai terjatuh dan tak sadarkan diri ketika sedang bermain bola di Lapangan Betos, Bekasi, Minggu (25/1/2026).

Ucapan bela sungkawa disampaikan para tokoh sepak bola nasional, para pemain dan mantan pemain timnas Indonesia serta komunitas sepak bola di Tanah Air termasuk dari mantan Direktur Media PSSI era Ketua Umum Djohar Arifin Husin, Tommy Rusihan Arief.

Tommy Rusihan Arief yang akrab disapa TRA mengaku sangat kehilangan atas wafatnya Dede Sulaiman. Karena selain mengagumi kiprahnya di lapangan hijau, Tommy yang merupakan wartawan olahraga senior juga memiliki kedekatan dengan almarhum Dede Sulaiman karena pernah satu sekolah di SMA Ksatrya Rawasari Jakarta Pusat.

"Almarhum adik kelas beta (saya) di SMA Ksatrya Rawasari Jakarta Pusat. Saya sudah kelas 2 SMA bersama Sutan Harhara, Wahyu Hidayat, Sumirta, Sukamta. Almarhum baru masuk klas 1 bersama banyak anak bola Jayakarta dan IM (Indonesia Muda). Diantaranya Dede (IM),  Aun Harhara (Jayakarta), Ato (adiknya  bang Danur Windo), Perdamean Siregar (Jayakarta) dan banyak lagi saya lupa namanya," tutur Tommy mengenang momen ketika pertama kali bertemu dengan almarhum Dede Sulaiman saat masih sama-sama menjadi siswa SMA Ksatrya Rawasari Jakarta Pusat di tahun 1970-1973.

Karena memiliki banyak siswa yang 'jago' main bola termasuk Dede Sulaiman yang selalu jadi andalan, sambung Tommy, SMA Ksatrya kala itu sangat ditakuti tim lawan termasuk STM yang pemain dan suporter terkenal brutal.

"Saya tidak ikut main tapi ditugasin mengawal mereka bila bertanding dengan pasukan Baon (Ambon), Betawi, Padang, dan Medan. Semua 'sumbu pendek' tapi hobi bola," ungkapnya.

Tommy pun teringat ketika sekolahnya bertanding dengan tim dari sekolah lain di Lapangan Banteng.

"Kita adu kekuatan suporter di luar lapangan," ujarnya.

Karena sama-sama mencintai sepak bola, jalinan persahabatan antara Tommy dan Dede Sulaiman tak hanya sebatas di lapangan dan saat satu sekolah saja, tetapi mereka terus berhubungan baik dan bersama-sama aktif melakukan pembinaan sepak bola hingga akhir hayat almarhum.

Almarhum juga sudah berjanji akan hadir dalam launching perdana jersey baru  SMBI pada 7 Februari 2026 mendatang. Tapi Tuhan berkata lain.

"Itu kenangan saya bersama almarhum dalam mengurus giat sepak  bola," ucap Tommy.

"Selamat jalan sahabat dari bola hingga menghembuskan nafas terakhir di lapangan bola. Semoga tenang di sana," tukasnya.

Dede Sulaeman merupakan salah satu pemain Timnas Indonesia di Pra Piala Dunia 1986. Kala itu, dia membawa Skuat Garuda berhasil menjadi juara Grup 3B Pra Piala Dunia 1986 mengalahkan India, Thailand, dan Bangladesh.

Satu-satunya gol Timnas Indonesia dalam laga penentuan melawan Korea Selatan dicetak oleh Dede Sulaiman. Namun langkah tim besutan almarhum Sinyo Aliandoe menuju Piala Dunia 1986 di Meksiko karena dua kali kalah atas Korsel dengan skor 0-2 dan 1-4.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close