Nusantaratv.com - Pengurus Provinsi Federasi Triathlon Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Jogja Open Triathlon dalam rangka mencari atlet unggul dan mempromosikan potensi wisata yang ada di wilayah itu.
Ketua Panitia Jogja Open Triathlon Kulon Progo Upiya Al Hasan di Kulon Progo, Senin, mengatakan kegiatan Jogja Open Triathlon bisa menjadi agenda rutin di wilayah ini dalam rangka melahirkan atlet unggul dan mempromosikan potensi wisata.
"Kami juga berharap Jogja Open Triathlon didukung Pemkab Kulon Progo, khususnya Dinas Pariwisata," kata Upiyo.
"Sejak awal, kami berniat memperkenalkan Triathlon sebagai cabang olahraga baru di DIY. Saat ini, kami sedang mencari bibit unggul untuk dilakukan pembinaan," katanya.
Upiyo mengatakan kejuaraan triathlon itu juga menjadi awal pengenalan olahraga yang merupakan penggabungan olahraga renang, sepeda dan lari itu kepada masyarakat.
Triathlon termasuk cabang olahraga baru yang berkembang dalam satu terakhir. Cabang olahraga tersebut belum diakui oleh KONI DIY. Pengurus Federasi Triathlon Indonesia (FTI) sudah mengajukan ke KONI DIY.
"Satu tahun ke depan, kami akan mengintensifkan pengenalan cabang olahraga Triathlon kepada masyarakat di DIY," katanya.
Ketua Pengda FTI DIY Ibnu Mahmud Bilalludin mengatakan kegiatan Jogja Open Triathlon di Waduk Sermo sebagai ajang berkompetisi sekaligus menjaring bibit-bibit atlet di DIY yang nantinya akan disiapkan mengikuti Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2023.
Kejuaraan tersebut diikuti sebanyak 72 peserta berasal dari lima provinsi yakni DIY, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan Jawa Timur yang bertarung pada dua kategori, yakni elite dan eks grup.
“Triathlon di DIY menjadi cabang olahraga termuda. Meski belum genap satu tahun kepengurusan Triathlon DIY terbentuk, namun sudah banyak melakukan kegiatan. Salah satunya kita sudah menggelar eksibisi di Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2022 lalu,” katanya.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh