HUT ke-61, Ini Sejarah Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia

Nusantaratv.com - 24 Februari 2024

Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia genap berusia 61 tahun pada 24 Februari 2024.
Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia genap berusia 61 tahun pada 24 Februari 2024.

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia genap berusia 61 tahun pada 24 Februari 2024.

Momen perayaan hari ulang tahun (HUT) perguruan seni beladiri tangan kosong yang didirikan di Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut) pada 24 Februari 1963 itu akan dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia, Dr. Ir. Nurdin Tampubolon, M.M., Dewan Guru, serta para pengurus di NT Tower Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pulomas Selatan, Jakarta Timur (Jaktim) pada Sabtu (24/2/2024).

Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia pada awalnya bernama Seni Beladiri Perisai Diri yang dipelajari dari Guru R.M. Dirjo Atmojo (Surabaya) dan selanjutnya digabungkan dengan Crooked Jujitsu yang dipelajari dari Guru Ondo Tokugawa (Surabaya).

Lalu, didirikanlah Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia pada 1963 oleh Drs. Syahrun Isa. Dalam perjalanannya setelah melakukan hubungan dan kerjasama dengan aliran Karate Shito-Ryu, Kei Shin Kan dan Shotokan, terciptalah satu seni beladiri yang dinamakan AKSI TAKO.

Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia hingga kini masih merupakan salah satu Perguruan Karate-Do yang bernaung di bawah Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI).

Pondasi dasar berdirinya perguruan ini adalah teknik bertahan dan menyerang dengan Tangan Kosong ajaran Tuan Ondo Tokugawa, yang kemudian hari baru dikenal sebagai Seni Karate dari kelompok Crooked Jujitsu.

Disamping teknik ini sedikit pengetahuan silat yang didapat dari R.M. Dirjo Atmojo (Guru Besar Perguruan Silat Perisai Diri/Pendiri Perguruan Silat Perisai Diri) juga turut memberikan andilnya. Dia merupakan sahabat Guru Syahrun Isa.

Sejak awal berdirinya perguruan ini sudah ada kecenderungan untuk menasionalisir jiwa dari teknik bela diri asing. Kemudian pada akhir tahun 60-an perbendaharaan teknik Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia bertambah dengan bergabungnya seorang pemegang sabuk hitam penganut aliran Shotokan dari Karate Modern murid dari Ken Koeshasi, DAN X Judo, DAN V Shotokan pendiri Ken Koeshasi Dojo.

Sejak awal tahun 70-an Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia mulai memfokuskan dirinya pada olahraga Karate-Do. Kemudian, dalam tahun-tahun berikutnya perbendaharaan perguruan ini bertambah terus dengan adanya pengiriman siswa-siswa perguruan keluar negeri untuk mempelajari Karate-Do.

Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia berterima kasih atas partisipasi dari Kwe Seng Poh (DAN IV Kei Shin Kan) cq Efeendy Daudsyah dan Y. Ishikawa (DAN VI Shito-Ryu) dalam penjajakan prestasi dibidang olahraga Karate-Do, Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia berulang kali mengadakan pertandingan di dalam dan luar negeri.

Pada awal tahun 70-an dengan Budokan Karate dan SKA serta pada 1975 Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia mengikuti kejuaraan karate yang diikuti oleh beberapa negara di Singapura. Dalam pertandingan ini, Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia menempati posisi runner-up.

Sementara pada pertengahan 1977, beberapa guru dari beberapa aliran yang ada di Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia berkumpul dan bermufakat untuk mencari bentuk teknik bela diri dan olahraga yang ideal bagi pengikut Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia, di mana bentuk teknik bela diri dan olahraga ini nantinya mempunyai tata cara yang disesuaikan dengan kepribadian Bangsa Indonesia yang Pancasilais.

Lalu, pada awal 1979 tekad para guru ini dikukuhkan oleh Pengurus Besar (PB) Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia. PB Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia yang diketuai Dr. Suhardiman, S.E mengintruksikan Dewan Guru Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia untuk segera menyusun pola dasar teknik yang selaras dengan idealisme Pancasila yang sedang dikembangkan oleh Pengurus Besar di Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia.

Pada 9 Agustus 1979, pola dasar teknik yang berkepribadian Bangsa Indonesia tetapi masih jauh dari sempurna telah diperagakan untuk pertama kalinya di Kampus Universitas Indonesia (UI).

Prestasi Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia juga terus meningkat setelah pada 2012 dipimpin Dr. Ir. Nurdin Tampubolon, M.M. Bahkan, di bawah kepemimpinannya perguruan seni bela diri tangan kosong itu juga semakin berkembang dan dikenal luas masyarakat.

Tak hanya prestasi, beberapa trobosan seperti program latihan yang berinovasi juga diterapkan disetiap pengurus provinsi (Pengprov). Di bawah kepemimpinan Dr. Ir. Nurdin Tampubolon, M.M., masa bakti 2021-2025 diharapkan Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang berkiprah di kancah nasional maupun internasional.

Selamat ulang tahun Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia yang ke-61. Osh..!

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close