Gilbert Elroy Tarigan Juara Kategori Open Japfa Chess Festival 2026 Berkat Keunggulan Tiebreak

Gilbert Elroy Tarigan Juara Kategori Open Japfa Chess Festival 2026 Berkat Keunggulan Tiebreak

Nusantaratv.com - 05 September 2026

IM Gilbert Elroy (kanan) vs IM Arif Abdul Hafiz
IM Gilbert Elroy (kanan) vs IM Arif Abdul Hafiz

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-IM Gilbert Elroy pecatur asal DKI Jakarta tampil sebagai juara kategori Open JAPFA Chess Festival ke-16 2026 di Gedung Serba Guna, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). 

Persaingan perebutan gelar juara berlangsung sengit hingga babak ke-9 atau terakhir. Pemenang di kategori bergengsi ini pun harus ditentukan melalui penilaian tie break karena Gilbert dan pesaingnya FM Fabian Glen Mariano memiliki poin yang sama 7,5. 

Gilbert yang merupakan atlet pelatnas yang akan membela Indonesia di Olimpiade Catur 2026 akhirnya berhak menyandang gelar juara berkat keunggulan nilai tiebreak 53,5 berbanding 50,5 atas Fabian sang runner up. Sementara peringkat ketiga direbut pecatur Jawa Barat, IM Arif Abdul Hafiz yang mengemas 7 poin. 

“Saya bersyukur bisa tampil sebagai juara di kelompok open dalam JAPFA Chess Festival 2026. Hasil ini jadi modal penting menghadapi Olimpiade Catur, ” ujar Gilbert sambil bercanda.

Sementara pada kategori spesial Duel Match, dua wakil Indonesia yakni IM Satria Duta Cahaya dan WIM Laysa Latifah harus mengakui keunggulan lawan-lawannya. Dari total 10 babak yang dimainkan (4 babak catur standar, 2 cepat dan 4 kilat), Satria Duta kalah atas pecatur muda Vietnam IM Khuong Duy Dau dengan skor 3-7. 

Sedangkan Laysa Latifah menyerah dengan skor 2-8 pada wakil Kazakhstan WGM Xeniya Balabayeva. 

Meski bukan hasil yang diharapkan, namun menurut Pengamat Catur Kristianus Liem, kekalahan yang dialami Duta dan Laysa dapat menjadi pembelajaran penting bagi keduanya dan para pecatur Indonesia lainnya. Agar mereka tidak berpuas diri dengan pencapaian yang sudah diraih dan terus berlatih dengan gigih.

"Menjadi bahan evaluasi sekaligus introspeksi supaya ke depan mereka berlatih lebih keras. Memperkuat pemahaman teori dan strategi dalam bermain catur. Mereka masih sangat muda, masih terbuka luas kesempatan untuk meningkatkan kualitas agar dapat bersaing di kancah internasional," ujar Kristianus Liem.   

Selain menghadirkan persaingan sengit di semua kategori, babak terakhir Japfa Chess Festival 2026 juga diisi dengan coaching clinic oleh Dewan Pembina PB Percasi Grand Master Utut Adianto. Utut Adianto mengatakan tantangan terbesar catur Indonesia saat ini adalah melahirkan pecatur absolut kelas dunia.

“JAPFA sudah enggak perlu dipertanyakan lagi, mereka luar biasa membantu. Yang kita sampai sekarang Adalah belum membuahkan adalah pecatur absolut kelas dunia,” ujarnya.

“Pemain-pemain bergelar sudah banyak. Yang belum, kita melahirkan pemain sekelas Anand misalnya begitu, yang absolut di kelas dunia,” ucapnya.

Sekretaris Jenderal PB Percasi Nanang Pujalaksana, mengapresiasi dukungan Japfa yang konsisten memberikan ruang kompetisi bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan. Turnamen ini dinilai menjadi sarana krusial untuk memetakan potensi pecatur muda di tanah air.

"Jelas terlihat bahwa turnamen ini sangat membantu kita, Percasi, untuk memilih pemain-pemain muda khususnya. Kita bisa melihat seberapa besar animo, minat, dan potensi bibit-bibit pecatur muda yang bisa kita jaring dan kembangkan di kemudian hari,” ungkpnya.

JAPFA Chess Festival 2026 diikuti 520 pecatur dari 5 negara dan 23 provinsi di Indonesia. Turnamen ini digelar pada 1–6 September di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, dengan hadiah total Rp 298.900.000.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close