Ana/Tiwi: Kami Puas Dengan Permainan Meski Terhenti di 16 Besar

Ana/Tiwi: Kami Puas Dengan Permainan Meski Terhenti di 16 Besar

Nusantaratv.com - 04 Oktober 2023

Ekspresi dari pebulu tangkis ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma (kiri) dan Amallia Cahaya Pratiwi (kanan) saat melawan Rasila Maharjan dan Anu Maya Rai asal Nepal pada babak 32 besar Asian Games 2022 di Binjiang Gymnasium, Hangzhou, China, Selasa (3/10/2023). Febriana/Amalia melaju ke babak 16 besar usai menang dengan skor akhir 21-3, 21-7. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.
Ekspresi dari pebulu tangkis ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma (kiri) dan Amallia Cahaya Pratiwi (kanan) saat melawan Rasila Maharjan dan Anu Maya Rai asal Nepal pada babak 32 besar Asian Games 2022 di Binjiang Gymnasium, Hangzhou, China, Selasa (3/10/2023). Febriana/Amalia melaju ke babak 16 besar usai menang dengan skor akhir 21-3, 21-7. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi mengaku puas dengan permainan mereka pada babak 16 besar Asian Games 2022 meski harus berakhir dengan kekalahan dua gim langsung 5-21, 17-21 dari pasangan China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

"Ini pertemuan kedua kami dengan mereka dan kali ini lebih puas dari pertemuan pertama. Di pertemuan pertama kami hanya mengandalkan kesalahan mereka untuk mendapat poin tapi tadi kami bisa tahu bagaimana harus bermain dan mengincar poin," kata Ana melalui informasi resmi PP PBSI di Jakarta, Rabu.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Binjiang Gymnasium BDM, Hangzhou, itu, Ana/Tiwi bermain buruk pada gim pertama karena kalah cukup jauh dengan skor 5-21. Mereka mengatakan bahwa penampilan buruk tersebut karena kesulitan mencari celah lawan.

"Pada gim pertama kami merasa seperti susah sekali mencari celah lawan. Walaupun dari reli-reli bisa mengimbangi tapi belum bisa mematikan mereka," kata Tiwi.

Untuk gim kedua, Ana/Tiwi bisa bermain lebih baik. Namun keduanya tetap gagal mengalahkan pasangan peringkat satu dunia itu, hingga akhirnya gim kedua ditutup dengan skor 17-21.

"Di gim kedua kami sudah lebih paham bola-bola mereka, kami bisa mengantisipasi," ucap Tiwi.

"Pada gim kedua kami coba mengubah pola. Tidak selalu dengan reli-reli, tapi ada serangan dan penempatannya juga. Itu tadi yang membuat kami bisa ambil cukup banyak poin dari lawan. Hanya kadang pengembalian-pengembalian kami kurang akurat, tanggung, dan jadi bumerang untuk kami sendiri," pungkas Ana.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close