Nusantaratv.com - Pernyataan Denada Tambunan mengenai anak sebagai pusat kehidupannya kembali ramai diperbincangkan publik. Ucapan tersebut viral lagi setelah muncul gugatan hukum yang menuding Denada tidak mengakui Ressa Rizky Rosano sebagai anak kandungnya.
Ucapan Denada itu sebelumnya disampaikan dalam podcast HAS Creative bersama Gofar Hilman pada 26 Juli 2025. Saat itu, Denada merespons pertanyaan warganet terkait pesan bagi perempuan yang menjalani peran sebagai ibu tanpa pasangan.
Denada secara terbuka mengakui bahwa menjadi seorang ibu tunggal bukanlah hal mudah.
“Enggak gampang ya karena untuk menjadi single mom saja kan tantangannya sudah berat ya. Maksudnya, enggak ada siapa sih orang karena gimana juga pasti lebih nyaman hidup dengan orang yang mendampingi kita,” kata Denada.
Menurutnya, kehadiran anak menjadi alasan terbesar baginya untuk terus bertahan dan berjuang dalam hidup.
“Ada teman buat ngobrol dan segala macamnya. Being a single mom it self sudah pasti banyak tantangannya, apalagi kalau misalkan single mom lalu ada ujian lainnya,” ujarnya.
Baca Juga: Ressa Rizky Rossano Bersedia Tes DNA Demi Mendapat Pengakuan dari Denada
Denada menegaskan, sejak memiliki anak, fokus hidupnya sepenuhnya berubah.
“Kalau menurut aku, anak itu selalu menjadi the best reason and push untuk anything. Kenyataannya bahwa kita memiliki nyawa lain yang bergantung kepada kita,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa seorang ibu akan dengan tulus mengesampingkan dirinya demi anak.
“Pasti akan membuat kita tersadar bahwa pada saat itu it's never about us. Enggak pernah kita yang menjadi prioritas utama. Mungkin cuma ibu yang bisa melakukan itu dengan ikhlas dan tulus bahwa hidup gue ya adalah untuk anak aku,” lanjutnya.
Denada mengungkapkan, kehadiran anak membuat berbagai persoalan hidup terasa lebih ringan.
“Jadi, apa pun itu bisa dikalahkan sedihnya kita, pusingnya kita, enggak usah ada yang tahu. Terkadang sampai anak gue ngomong begini ‘kalau dia nangis kangen sama gue, karena gue enggak balik ke Singapura’. Dia (Aisha) bertanya ‘kenapa sih kamu enggak balik lagi?’,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Denada juga membagikan momen emosional bersama putrinya, Aisyah, yang mempertanyakan alasan ibunya harus terus bekerja.
“Gue selalu bilang bahwa aku harus kerja, aku harus mencari duit. Dia itu sampai selalu ngomong begini ‘tapi kan kita sudah kaya raya’. Gue bilang ‘Amin ya Allah’. Karena kenapa? Karena, gue selalu ngomong sama dia seperti itu,” bebernya.
Ia meyakini bahwa rasa cukup dan bahagia harus ditanamkan sejak dini kepada anak.
“Enggak usah worry everything, kamu eggak usah khawatir apa pun. Kita dikasih sama Allah sudah berkecukupan, semuanya bahagia, semua sudah happy karena sudah cukup dia tahu itu saja,” ungkap Denada.
Denada pun menegaskan kesiapannya melakukan apa pun demi kebahagiaan sang anak.
“Bagaimana dan membuat dia itu benar-benar bisa dirasakan dan dia percaya itu urusan gue nanti. Mau untuk mewujudukan itu, gue harus kerja dari pagi ke pagi. Mau mewujudkan itu gue harus facelift, yang penting dia mendapatkan kehidupan yang terbaik dan tidak perlu tahu susahnya seperti apa,” tutupnya.
Namun kini, pernyataan tersebut kembali mencuat dengan perspektif berbeda. Denada tengah menghadapi gugatan di Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak dan penolakan pengakuan terhadap Ressa Rizky Rosano.
“Gugatan ini kami ajukan karena klien kami ingin meminta hak-haknya sebagai anak,” ujar kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yuliantono, dikutip dari program Halo Selebriti, Sabtu (10/1/2026).
Firdaus menyatakan, gugatan tersebut diajukan agar kliennya memperoleh kejelasan status hukum.
“Kalau tidak ada titik temu dalam mediasi, kami akan membuka semuanya di pengadilan agar keadilan bisa ditegakkan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa mediasi baru memasuki tahap awal dan hanya dihadiri kuasa hukum Denada.
“Kami berharap tergugat bisa hadir langsung, dan klien kami juga akan kami hadirkan,” katanya.
Selain itu, Firdaus mengungkapkan bahwa Ressa telah dibawa dari Jakarta ke Banyuwangi sekitar 24 tahun lalu dan diserahkan kepada keluarga Denada.
“Kenapa klien kami diserahkan ke sana belum ada jawaban pasti. Namun sepertinya Denada tidak mau terlihat memiliki anak,” ungkapnya.
Terkait pembuktian status Ressa, pihak kuasa hukum menyatakan siap menghadirkan saksi dari keluarga besar.
“Seluruh keluarga besar mengetahui bahwa Ressa adalah anak Denada. Itu akan kami jadikan saksi di persidangan,” pungkas Firdaus.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh