Ilustrasi (Freepik)

Lupa Niat dan Tidak Sahur, Apakah Puasa Tetap Sah?

Nusantaratv.com - Melaksanakan ibdah puasa yang malamnya lupa niat hingga tidak sahur, sepertinya tak sedikit orang pernah mengalaminya. 

Namun, jika hal tersebut terjadi dan esoknya tetap memaksakan puasa, apakah puasa tersebut akan tetap sah? 

Menjawab pertanyaan itu, Buya Yahya menerangkannya jika dalam keadaan lupa niat hingga tidak sahur maka puasanya tidak sah. Meski begitu, tetap sah kalau dalam kondisi tertentu.

“Bagi siapapun yan tidak berniat di malam hari, tidak menginapkan niat di malam hari dan juga tidak sahur, maka puasanya adalah tidak sah menurut Jumhur Ulama,” kata Buya Yahya dikutip dari TikTok @tanyaustadz99 Selasa, 26 Maret 2024.

“Akan tetapi, mengingatkan bahwasannya untuk orang awam kita perlu memberikan fatwa yang paling sesuai dengan keadaan mereka,” sambungnya. 

Buya mengatakan jika keadaannya memang benar-benar lupa tidak niat di malam hari maka puasa bisa tetap lanjut dan niat di pagi harinya. 

“Jika memang kasusnya memang lupa, lupa benar bukan yang dia main-main mungkin karena kesibukannya atau apa sampai dia lupa tidak niat di malam harinya, sahur pun dia ingin sahur bablas, lalu tidak niat pagi harinya,” terangnya. 

Buya Yahya (YouTube Al-Bahjah TV)

“Lalu mengadu bagaimanan puasa saya, maka jawabannya lanjutkan dan niatlah ikut dengan mazhab Imam Abu Hanifah Radhiyallahu Anhu yang memperkenankan niat di pagi hari,” ungkapnya lagi. 

“Bahkan itu diisyaratkan oleh Syekh Malibari dalam Kitab, ‘barang siapa di pagi harinya, barang siapa di pagi hari lupa belum niat dia ingin berpuasa maka hendak dia niat ikut mazhab Abu Hanifahta,” katanya. 

Buya Yahya mengatakan, jika orang yang belum tahu akan hal tersebut sangan dicela. Meski begitu, mazhab tentang hal tersebut tidak bolejh dibawa main-main. 

“Orang awam perlu dihargai dalam hal-hal semacam ini, jangan sampai gak sah gak puasa, kasihan dia ketinggalan dalam rombongan orang berpuasa,” ungkapnya. 

“Tapi ingat, ikut mazhab ini tidak boleh main-main, sudah malam harinya melek bisa niat, ‘saya niat besok aja ikut Abu HanifaH’ Anda main-main,” imbuhnya. 

“Ini adalah kasus darurat di saat seseorang dalam keadaan lupa maka di pagi harinya niat dengan catatan dia belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa,” pungkas Buya Yahya dalam video tersebut.