Buya Yahya

Apakah Orang yang Mudik Wajib Berpuasa? Begini Penjelasan Menurut Buya Yahya

Nusantaratv.com - Sobat muslim, mendekati hari raya Idul Fitri biasanya masyarakat Indonesia selalu memiliki tradisi mudik alias pulang kampung sebelum gema takbir berkumandang.

Namun tak banyak yang tahu, jika pahala berpuasa untuk seorang muslim yang tengah melakukan perjalanan jauh sangatlah besar. Hal ini dijelaskan langsung oleh Buya Yahya.

“Orang bepergian, kalau kita bepergian, ini musafir, orang musafir tidak wajib puasa. Cuma musafir kayak apa, musafir kayak gimana, ujuan bepergiannya tidak boleh kurang dari 80km, kita di Indramayu mau ke Semarang, dari Indramayu mau ke Jakarta maka di perjalanan boleh berbuka tidak wajib puasa " ujar dakwah Buya Yahya di TikTok @cahaya_surga_ku, Senin, 1 April 2023.

Namun Buya Yahya pun menjelaskan jika kalian tak kuat berpuasa saat mudik karena menempuh perjalanan jauh diserati macet, maka boleh membatalkannya dan wajib menggantinya di lain hari.

“Tidak wajib puasa. Cuma mana yang lebih bagus bagi dia, tergantung, kalau memang puasa nyaman puasa tapi saya gak kuat saya lebih gak nyaman ya jangan puasa biarpun anda segar di perjalanan anda punya pesawat pribadi sama tukang pijitnya sekaligus, tetap saja boleh berbuka puasa asalkan anda menempuh perjalanan," katanya,

"Jadi kalau anda bepergian, anda boleh berbuka puasa cuma masalah qadha karena beda utang bayar nanti, tapi tetap boleh jadi ini kemudahan, makanya kalau ibu kedatangan tamu dari tempat yang jauh gak boleh anda paksa puasa. Saudara anda orang Surabaya mau mampir ke Jakarta mampir di sini Indramayu, bikin masakan gak apa-apa kenapa? Karena memang dia tidak wajib berpuasa,"

"Yang nelayan berlayar tidak wajib puasa, sebulan utuh saya berlayar, iya tidak puasa, asalkan tujuan berlayarnya adalah lebih dari 80 kilo mau ke pulau mana misalnya ke Papua, pokoknya jauh lebih dari 80km itu dia tidak wajib puasa," tutup Buya Yahya.