PN Jaksel Putus Bebas Lie Hadi Tirtadjaya

Putusan ini dinilai jarang terjadi

Lie Hadi Tirtadjaya (tengah) bersama advokat LQ Indonesia Law Firm.

Jakarta, Nusantaratv.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) memutus bebas Lie Hadi Tirtadjaya (LHT) dalam perkara pemalsuan surat akta otentik dan/atau pemalsuan. Kuasa hukum terdakwa dari LQ Indonesia Law Firm, Natalia Manafe menyambut gembira putusan perkara nomor 3/Pid.B/2020/PN.Jkt.Sel. tersebut.

Sebelumnya, Lie Hadi dituduh melakukan pemalsuan surat terkait pembuatan surat keterangan tidak sengketa, atas bidang tanah yang terletak di Jakarta Selatan, sebagaimana Pasal 263 KUHP.

"Para advokat dari LQ Indonesia Law Firm kembali menunjukkan prestasinya dan bersinar, dalam penanganan kasus pidana ini," ujar Natalia, Selasa (6/4/2021).

Lie Hadi sendiri ditahan di rumah tahanan (rutan) Bareskrim. Setelah putusan tersebut, Anita bersama tim kuasa hukum dari LQ lainnya, langsung menjemput Lie Hadi. Mereka kemudian mengurus semua administrasi yang diperlukan untuk memastikan pria itu segera keluar dari tahanan.

"Tolong jangan kebalik, nama saya Natalia Manafe advokat dari LQ Indonesia Law Firm, bukan Natalia Rusli oknum yang dilaporkan oleh klien LQ," kata dia.

"Saya advokat Natalia Manafe, SH, MH(c) selalu mengikuti 8 Pakta Integritas LQ Indonesia. Pertama adalah result driven, oleh karena itu kami di LQ Indonesia Law Firm selalu mencetak prestasi dan bukan sensasi karena di LQ kami bekerja keras karena kami percaya kasus klien sangat penting bagi rumah kami, firma hukum LQ," imbuhnya.

Sementara, kuasa hukum dari LQ lainnya, Firton Ernesto M. Simanungkalit, mengatakan selama persidangan berlangsung pemeriksaan materi berlangsung alot.

"Dimana kasus ini dari awal juga seharusnya sudah daluarsa penuntutan karena kejadian perkara sudah lebih dari 12 tahun berlalu, padahal batas daluarsa menurut Pasal 78 KUH Pidana adalah 12 tahun untuk ancaman pidana diatas 3 tahun. Namun pihak Kejaksaan memaksakan agar kasus tetap berjalan walau sudah lewat 12 tahun berjalan," jelasnya.

Kuasa hukum lainnya, Ali Nugroho, mengaku sangat senang advokat LQ bisa membebaskan klien demi hukum.

"Kami selalu berusaha semaksimal mungkin dan all out agar klien kami yang ada dalam tahanan bisa segera bebas karena keluar dari penjara adalah langkah terpenting dan terutama bagi klien yang terjerat kasus pidana dan ditahan aparat penegak hukum," jelasnya.

Menurut LQ, sangat jarang sekali terdakwa bisa mendapatkan penetapan pengadilan bebas demi hukum. Karenanya ia menilai putusan ini merupakan sebuah prestasi.

"Karena sangat sulit upaya untuk mengeluarkan terdakwa yang sudah berada dalam tahanan. Apalagi bisa dihitung pakai jari jumlah terdakwa yang ditahan bisa bebas demi hukum," tutur Natalia.

"Namun di LQ Indonesia Law Firm, kami disemangati oleh Founder LQ Indonesia Lawfirm Advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP, bahwa setiap advokat LQ harus percaya motto nothing is impossible. Do our best and let God do the rest, intinya di LQ kami punya etos untuk bekerja keras, tidak main dua kaki dan bekerja maksimal, karena kepercayaan masyarakat kepada kami di LQ sangat penting," lanjutnya.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK