Nusantaratv.com - Kabar mengejutkan datang dari Porsche. Produsen mobil sport asal Jerman ini resmi mengumumkan akan menghentikan produksi Porsche Macan bertenaga bensin pada musim panas 2026.
Melansir Car and Driver, Kamis (7/5/2026), keputusan ini menandai berakhirnya era SUV paling terjangkau Porsche yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2013, Macan langsung menjadi salah satu model paling sukses Porsche, menyusul kesuksesan Porsche Cayenne yang lebih dulu menyelamatkan perusahaan di awal 2000-an.
Namun kini, Porsche bersiap beralih penuh ke elektrifikasi. Chief Financial Officer (CFO) Porsche, Jochen Bruckner, menyatakan produksi Macan bensin akan dihentikan sepenuhnya pada pertengahan 2026.
"Produksi akan dihentikan pada musim panas 2026, dan selama bulan terakhir yang kami miliki, kami akan memproduksi sebanyak mungkin," ujar Bruckner.
Unit terakhir diperkirakan keluar dari jalur produksi pada Juli, dengan perusahaan berupaya memaksimalkan produksi di bulan-bulan terakhir.
Sebagai penggantinya, Porsche telah menghadirkan Porsche Macan Electric sejak 2024. Model listrik ini akan terus diproduksi dan menjadi fokus utama ke depan.
Baca Juga: Bukan Laku, Porsche Justru Ditiru di China: Mobil Listrik GT7 Mirip Taycan Dijual Jauh Lebih Murah
Meski begitu, Macan bensin masih mendominasi penjualan. Di Amerika Serikat (AS) saja, Porsche mencatat penjualan lebih dari 27 ribu unit Macan pada tahun lalu, sebagian besar masih menggunakan mesin konvensional.
Secara global, lebih dari satu juta unit Macan telah diproduksi sejak debutnya. Penghentian model ini tanpa pengganti langsung menjadi langkah besar dan cukup berisiko, terutama di segmen SUV kompak yang sangat kompetitif.
Meski tengah agresif mengembangkan kendaraan listrik, Porsche belum melihat lonjakan permintaan EV sesuai ekspektasi.
Hal ini membuat transisi menjadi tantangan tersendiri bagi brand premium tersebut. Namun, Porsche tidak tinggal diam.
Perusahaan dikabarkan tengah menyiapkan generasi penerus Macan yang dijadwalkan meluncur sekitar 2028.
Model baru ini kemungkinan akan hadir dengan pilihan mesin bensin dan hybrid, serta menggunakan platform Premium Platform Combustion (PPC) yang juga dipakai oleh Audi Q5 terbaru.
Dengan jeda tanpa model pengganti selama beberapa tahun, Porsche diprediksi akan menghadapi tekanan pada penjualan globalnya.
Kendati demikian, langkah ini menunjukkan komitmen kuat Porsche dalam menghadapi era elektrifikasi otomotif yang terus berkembang.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh