NTV Tonight: Pemain Baru EV Niaga Hadir di Indonesia, Forland Siapkan 3 Kategori Kendaraan

NTV Tonight: Pemain Baru EV Niaga Hadir di Indonesia, Forland Siapkan 3 Kategori Kendaraan

Nusantaratv.com - 04 November 2026

Merek kendaraan komersial asal Tiongkok, Forland, resmi memasuki pasar otomotif Indonesia dengan membawa jajaran kendaraan niaga berbasis tenaga listrik. (Foto: Ntvnew.id)
Merek kendaraan komersial asal Tiongkok, Forland, resmi memasuki pasar otomotif Indonesia dengan membawa jajaran kendaraan niaga berbasis tenaga listrik. (Foto: Ntvnew.id)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Persaingan kendaraan niaga listrik di Indonesia semakin ramai. Kali ini, produsen otomotif asal Tiongkok, Forland, resmi memasuki pasar Tanah Air dengan memperkenalkan sejumlah kendaraan listrik komersial di Jakarta.

Kehadiran Forland menjadi babak baru dalam perkembangan kendaraan listrik nasional. Tidak hanya menyasar segmen kendaraan penumpang, Forland membidik kebutuhan transportasi komersial, distribusi barang, logistik, hingga konstruksi.

Forland resmi meluncurkan mereknya di Indonesia pada Selasa, 3 November 2026. Kehadirannya di Tanah Air didukung PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS), perusahaan yang merupakan bagian dari MAS Group.

Peluncuran tersebut dihadiri Presiden Direktur PT Tangguh Utama Sejahtera, Jon Hong Lin atau Darwin, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, serta Presiden Komisaris NT Corp Nurdin Tampubolon. Sejumlah pejabat dan perwakilan perusahaan Indonesia juga turut hadir.

Dalam debutnya di Indonesia, Forland memperkenalkan tiga kategori utama kendaraan listrik komersial. Salah satunya menggunakan platform ET5 yang menawarkan berbagai konfigurasi, mulai dari kendaraan pikap, boks aluminium, hingga solusi rantai dingin (cold chain solutions).

Presiden Direktur PT Tangguh Utama Sejahtera, Jon Hong Lin, mengatakan pasar kendaraan niaga listrik di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

Menurutnya, penetrasi kendaraan listrik penumpang sudah menunjukkan perkembangan positif. Sementara itu, adopsi kendaraan niaga listrik masih relatif rendah, sehingga membuka peluang bagi Forland untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

"Kami adalah distributor tunggal kendaraan komersial, kendaraan niaga listrik mereknya Forland dari Tiongkok. Jadi hari ini adalah hari pertama brand launching memperkenalkan merek Forland di Indonesia dan produk launching. Produk yang kita perkenalkan di sini adalah 2 produk. Satu, pickup listrik 2,5 ton, tipenya adalah LT5. Yang kedua adalah dump truck yang bisa mengangkut sampai 10 ton, dump truck tipenya EL5I," ujar Jon Hong Lin. 

"Kendaraan niaga listrik di Indonesia market share masih di bawah 1%. Kita melihat perkembangan kendaraan penumpang sudah meningkat dari 1 digit market share. Kalau kita lihat hari ini, bulan Oktober, market share kendaraan niaga penumpang listrik sudah 17%. Sedangkan kalau kita kombinasi dengan hybrid dan plug-in hybrid, market share-nya sudah 27%. Itu memberikan suatu keyakinan ke saya bahwa kendaraan listrik bukan lagi hambatan atau masalah di Indonesia. Berarti market acceptance dari masyarakat Indonesia harusnya sudah membaik," ujar Jon Hong Lin.

Penggunaan kendaraan niaga listrik dinilai berpotensi membantu menekan pencemaran udara, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, serta menurunkan emisi gas buang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyambut positif kehadiran kendaraan listrik komersial tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam pengembangan dan penggunaan kendaraan listrik.

"Menyambut baik kehadiran kendaraan berbasis EV ini, terutama kendaraan niaga dan komersil. Kemudian yang kedua, dari sisi keselamatan, ini tentunya menjadi concern kita dari Kementerian Perhubungan, keselamatan itu adalah yang utama. Kendaraan ini sudah kita uji, artinya sudah laik dan lulus, terkait dengan keselamatan, uji emisi dan sebagainya. Dengan kehadiran kendaraan EV ini, bisa mempercepat udara kita yang hijau, yang bersih," kata Aan.

Presiden Komisaris NT Corp, Nurdin Tampubolon.

Selain menyasar kebutuhan logistik dan distribusi barang, platform kendaraan listrik Forland juga disiapkan untuk mendukung angkutan perkotaan. Dengan demikian, penggunaannya berpotensi menjangkau lebih banyak sektor usaha dan transportasi komersial.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menilai pengembangan kendaraan listrik membuka peluang besar bagi Indonesia untuk membangun industri manufaktur kendaraan angkutan, baik penumpang maupun barang.

"Ada sebuah kesempatan besar Indonesia membangun manufaktur di bidang kendaraan angkutan, terutama angkutan penumpang dan angkutan barang atau angkutan logistik, dari pemakaian energi fosil menjadi energi baru terbarukan, menjadi electric vehicle. Semua kota rata-rata di Indonesia juga berkeinginan untuk menjadikan kota-kota itu jadi kota-kota yang hijau atau green city. Apabila kemudian manufaktur ini bisa mengambil kesempatan di saat yang tepat, tentu kebutuhannya sangat besar dan ke depan keinginan kita untuk menurunkan emisi, polusi udara semakin terbuka," ujar Dedie.

Senada, Presiden Komisaris NT Corp, Nurdin Tampubolon, menekankan pentingnya pemanfaatan kendaraan listrik untuk mendukung penerapan energi bersih di sektor industri.

Menurutnya, elektrifikasi kendaraan operasional dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penggunaan energi fosil yang jumlahnya terbatas.

"Kemudian bagaimana memanfaatkan daripada electric vehicle ini dalam mendukung operasional setiap proses industri produksi supaya tidak menggunakan lagi energi fosil kita. Karena energi fosil kita itu kan terbatas dan ini menjadi salah satu solusi. Tetapi yang penting buat kita, manfaatnya itu betul-betul kita dimanfaatkan terhadap perkembangan dan peningkatan ekonomi nasional kita," jelas Nurdin.

Lebih jauh, Forland menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya dipandang sebagai pasar penjualan kendaraan listrik. Perusahaan melalui PT Tangguh Utama Sejahtera juga menyatakan komitmennya untuk mengembangkan investasi perakitan lokal, meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, serta memperluas jaringan bisnis di Indonesia.

Sebagai informasi, Forland mengklaim telah mencatatkan kapasitas produksi kumulatif hingga 7 juta unit kendaraan dan memasarkan produknya ke lebih dari 50 negara.

Kehadiran Forland pun menambah pilihan kendaraan niaga listrik di Indonesia, sekaligus membuka peluang persaingan baru di tengah percepatan elektrifikasi sektor transportasi dan logistik nasional.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close