Insiden VinFast VF3 di Jalan Tol, Komponen Swing Arm Patah Usai Hantam Lubang

Insiden VinFast VF3 di Jalan Tol, Komponen Swing Arm Patah Usai Hantam Lubang

Nusantaratv.com - 23 Februari 2026

Komponen kaki-kaki pada mobil listrik VinFast VF3 mengalami patah usai menghantam lubang. (Foto: Instagram @hujat_mobil_)
Komponen kaki-kaki pada mobil listrik VinFast VF3 mengalami patah usai menghantam lubang. (Foto: Instagram @hujat_mobil_)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Insiden patahnya komponen kaki-kaki pada mobil listrik VinFast VF3 menjadi sorotan setelah terjadi di ruas jalan tol Jakarta-Merak.

Peristiwa ini memicu perdebatan mengenai standar kualitas infrastruktur jalan serta durabilitas kendaraan listrik asal Vietnam tersebut.

Dalam unggahan video dari akun Instagram @hujat_mobil_, kejadian bermula saat unit VF3 yang dibanderol sekitar Rp230 juta melaju dalam kecepatan normal di jalan tol milik Jasa Marga tersebut. 

Mobil kemudian melintasi lubang yang disebut tidak terlalu dalam. Namun benturan tersebut secara tiba-tiba mematahkan komponen swing arm (lengan ayun), bagian vital pada sistem suspensi kendaraan.

Akibat patahnya komponen tersebut, pengemudi dilaporkan kehilangan kendali hingga kendaraan menabrak pembatas jalan. 

Beruntung tidak ada laporan korban jiwa, namun kerusakan yang terjadi menimbulkan tanda tanya besar soal kekuatan material dan standar keamanan kendaraan listrik tersebut.

Pemilik kendaraan mempertanyakan bagaimana lubang jalan yang dinilai wajar dapat menyebabkan kerusakan fatal pada komponen suspensi. Terlebih, swing arm merupakan bagian krusial yang menopang kestabilan roda dan kenyamanan berkendara.

Komponen kaki-kaki pada mobil listrik VinFast VF3 mengalami patah usai menghantam lubang. (Foto: Instagram @hujat_mobil_) 

Peristiwa ini memunculkan diskusi di kalangan pengguna otomotif mengenai ketahanan kendaraan listrik terhadap kondisi jalan di Indonesia yang beragam. Apalagi, VF3 diposisikan sebagai mobil listrik terjangkau untuk penggunaan harian.

Kekecewaan pemilik semakin bertambah setelah pihak diler menyatakan kerusakan tersebut tidak dapat diklaim melalui garansi. Alasannya, kerusakan dianggap terjadi akibat faktor eksternal, yakni kondisi jalan.

Pemilik disarankan untuk mengajukan klaim melalui asuransi pribadi. Di sisi lain, belum ada kejelasan terkait ketersediaan suku cadang pengganti, sehingga menimbulkan kekhawatiran tambahan mengenai layanan purnajual dan kesiapan distribusi spare part.

Kasus ini memicu perdebatan mengenai pihak yang seharusnya bertanggung jawab. Apakah pengelola jalan tol karena kondisi aspal berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan? 

Ataukah produsen kendaraan karena komponen dinilai kurang mampu menahan benturan dalam kondisi jalan normal?

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antara kualitas infrastruktur dan standar keselamatan kendaraan, khususnya di tengah meningkatnya adopsi mobil listrik di Indonesia. 

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close