Nusantaratv.com - Ferrari Luce produksi pertama mencetak rekor fantastis setelah terjual seharga US$40 juta atau sekitar Rp712 miliar (kurs Rp17.800 per dolar AS) dalam lelang RM Sotheby's di California, Amerika Serikat (AS).
Nilai tersebut lebih dari 60 kali lipat dari perkiraan harga mobil Luce versi standar. Dikutip dari Drive, Senin (17/8/2026), Ferrari Luce dengan kode "Chassis 0" bahkan diyakini menjadi salah satu mobil baru termahal yang pernah terjual di dunia.
Harga lelangnya juga melampaui perkiraan harga eceran US$30 juta (sekitar Rp534 miliar) untuk Rolls-Royce Boat Tail convertible edisi terbatas.
Seluruh hasil lelang akan disumbangkan kepada Ferrari Foundation, yayasan amal Ferrari yang berencana menggunakan dana tersebut untuk mendukung berbagai program pendidikan.
Menariknya, rumah lelang membebaskan biaya premi pembeli. Dengan demikian, US$40 juta (Rp712 miliar) menjadi total harga yang dibayarkan oleh pembeli.
Pembeli tersebut dilaporkan adalah investor, penemu, sekaligus filantropis miliarder asal Amerika Serikat, Herbert Wertheim.
Masuk Lima Besar Mobil Termahal di Lelang
Harga US$40 juta (Rp712 miliar) membuat Ferrari Luce "Chassis 0" masuk dalam jajaran lima kendaraan dengan harga lelang tertinggi sepanjang masa, sebelum memperhitungkan inflasi.
Untuk kategori mobil baru, harga tersebut juga jauh melampaui penjualan Ferrari Daytona SP3 yang sebelumnya mencatat angka US$26 juta (sekitar Rp462,8 miliar).
Meski demikian, rekor harga lelang tertinggi untuk sebuah mobil masih dipegang Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coupe keluaran 1955, yang terjual seharga US$143 juta (Rp2,5 triliun) pada 2022.
Ferrari Luce Mengusung Tema "Cahaya"
Ferrari Luce produksi pertama disebut dirancang dengan inspirasi dari "tema cahaya". Mobil tersebut mendapatkan lapisan cat putih Madreperla khusus yang memberikan efek pantulan warna, mulai dari hijau hingga ungu, tergantung kondisi pencahayaan.
Eksteriornya dilengkapi detail berwarna hitam, kaliper rem perak, serta velg putih khusus. Sementara itu, kabinnya menggunakan pilihan interior berbahan kulit metalik Le Mans.
Karena unit tersebut dibuat dengan spesifikasi untuk pasar Amerika Serikat, pembeli yang ingin membawa dan mengendarainya di negara lain harus mengurus proses ekspor, impor, serta penyesuaian agar memenuhi regulasi setempat.
Ferrari akan mengirimkan mobil tersebut kembali ke Italia setelah lelang. Pengiriman final dijadwalkan berlangsung pada kuartal pertama 2027, antara Januari hingga Maret.
Mobil Listrik Pertama Ferrari Tuai Kritik
Ferrari Luce merupakan mobil listrik pertama Ferrari dan dirancang dengan keterlibatan mantan desainer Apple, Sir Jony Ive.
Kehadiran Luce tidak sepenuhnya mendapat sambutan positif. Sejumlah penggemar, pemilik Ferrari, hingga investor merek tersebut melontarkan kritik terhadap langkah Ferrari memasuki era mobil listrik.
Salah satu kritik paling keras datang dari Luca di Montezemolo, yang menjabat sebagai Chairman Ferrari pada 1991-2014. Dia bahkan mengaku khawatir mobil listrik tersebut dapat mengubah citra Ferrari sebagai sebuah legenda otomotif.
"Kita mempertaruhkan kehancuran sebuah mitos, dan saya sangat menyesalinya. Saya harap setidaknya mereka menyingkirkan logo Kuda Jingkrak dari mobil itu," ujar Montezemolo pada Mei lalu.
Dia juga melontarkan komentar tajam mengenai desain dan identitas mobil tersebut. "Ini pasti mobil yang setidaknya tidak akan ditiru oleh orang Tiongkok dari kita," katanya.
Terlepas dari kontroversi tersebut, penjualan Ferrari Luce "Chassis 0" menunjukkan mobil listrik Ferrari memiliki daya tarik luar biasa di kalangan kolektor, terutama karena statusnya sebagai unit produksi pertama sekaligus bagian penting dari sejarah elektrifikasi Ferrari.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh