Bulog Banyumas Kejar Target Pengadaan Pangan 2023

Nusantaratv.com - 28 Maret 2023

Pimpinan Bulog Cabang Banyumas Rasiwan memberi keterangan pers terkait dengan pengadaan beras dan gabah usai menghadiri konferensi pers Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyumas di Graha Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/3/2023). ANTARA/Sumarwoto
Pimpinan Bulog Cabang Banyumas Rasiwan memberi keterangan pers terkait dengan pengadaan beras dan gabah usai menghadiri konferensi pers Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyumas di Graha Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/3/2023). ANTARA/Sumarwoto

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Perum Bulog Cabang Banyumas berupaya mengejar target pengadaan pangan 2023 dengan cara membeli gabah maupun beras dari petani di wilayah Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, Jawa Tengah, semaksimal mungkin.

"Untuk penyerapan, kami di masa panen pertama ini ditarget 70 persen dari target pengadaan 2023 yang sebesar 31.000 ton," kata Pimpinan Bulog Cabang Banyumas Rasiwan usai menghadiri konferensi pers Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyumas di Graha Satria, Purwokerto, Banyumas, Selasa.

Ia mengakui hal itu merupakan tantangan bagi Bulog Banyumas agar bisa menyerap atau membeli gabah maupun beras dari petani sebanyak-banyaknya pada masa panen pertama yang berlangsung sejak Maret 2023.

Terkait dengan upaya pencapaian target tersebut, pihaknya telah menggandeng 99 mitra kerja yang tersebar di empat kabupaten dan hingga saat ini sudah terealisasi sebanyak 1.100 ton.

"Hari kemarin (27/3), beras dan gabah yang masuk ke gudang Bulog Banyumas sebesar 300 ton," jelasnya.

Menurut dia, tantangan terbesar dalam pengadaan pangan 2023 berkaitan dengan harga gabah dan beras di lapangan yang hingga saat ini pergerakannya sangat dinamis.

Selain itu, kata dia, momentum puasa Ramadhan dan Lebaran 2023 juga turut memengaruhi persaingan harga di lapangan.

Ia mengatakan harga pembelian pemerintah (HPP) yang baru sudah sangat baik dan bisa bersaing dengan harga pasar.

Dalam HPP yang baru, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp5.000 per kilogram, GKP di tingkat penggilingan Rp5.100/kg, gabah kering giling (GKG) di penggilingan Rp6.200/kg, dan GKG di gudang Perum Bulog Rp6.300/kg.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan HPP beras di gudang Perum Bulog dengan derajat sosoh 95 persen, kadar air 14 persen, butir patah maksimum 20 persen, butir menir maksimum 2 persen, harganya Rp9.950/kg.

Selain HPP, pemerintah juga menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras medium dan beras premium berdasarkan zonasi, yakni Zona I untuk Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.

Selanjutnya, Zona II untuk wilayah Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, serta Kalimantan, sedangkan Zona III untuk Maluku dan Papua.

HET untuk Zona I: beras medium Rp10.900/kg dan beras premium Rp13.900/kg, Zona II: beras medium Rp11.500/kg dan beras premium Rp14.400/kg, serta Zona III: beras medium Rp11.800/kg dan beras premium Rp14.800/kg.

"Cuma biasanya pelaku-pelaku pasar dari luar daerah lebih berani menetapkan harga lebih tinggi, tetapi kemampuannya terbatas, tidak semua dibeli," kata Rasiwan.

Menurut dia, harga GKP di lapangan saat ini berkisar Rp5.000-Rp5.300/kg, sehingga Bulog bisa melakukan penyerapan karena masih masuk dalam HPP yang sebesar Rp5.000/kg.

Pihaknya akan memaksimalkan pembelian gabah dan beras dari petani di wilayah Banyumas dan Cilacap yang sekarang sedang panen raya.

"Masa panen raya di Banyumas dan Cilacap berlangsung pada bulan Maret hingga April. Sementara di Purbalingga dan Banjarnegara pada akhir April," katanya.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close