Yogyakarta Tegaskan Komitmen Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan Kota

Yogyakarta Tegaskan Komitmen Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan Kota

Nusantaratv.com - 19 Desember 2022

Salah satu penampilan kesenian dalam peringatan Hari Ibu di Kota Yogyakarta, Senin (19/12/2022) (ANTARA/Eka AR)
Salah satu penampilan kesenian dalam peringatan Hari Ibu di Kota Yogyakarta, Senin (19/12/2022) (ANTARA/Eka AR)

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan komitmen terhadap kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai kebijakan pembangunan kota, salah satunya kesetaraan di sektor pekerjaan.

"Dalam kegiatan pembangunan, kami telah menetapkan program afirmasi terhadap lima kelompok rentan. Salah satunya adalah kaum perempuan di samping anak-anak, disabiitas, warga lanjut usia, dan warga miskin," kata Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sumadi di sela puncak peringatan Hari Ibu ke-94 di Yogyakarta, Senin.

Dengan memasukkan kelompok perempuan sebagai bagian dari program afirmasi pembangunan, maka diharapkan mendorong pemberdayaan perempuan sekaligus mewujudkan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan.

Khusus di bidang pekerjaan, ia menyebut sudah ada keseimbangan jumlah antara pekerja perempuan dan laki-laki di Kota Yogyakarta, yaitu 49 persen dibanding 51 persen.

Jika diurai berdasarkan profesi, maka perempuan yang bekerja sebagai pengusaha tercatat 48,5 persen dan laki-laki 51,5 persen.

"Dengan data tersebut, maka bisa dikatakan jika kesetaraan perempuan dan laki-laki di dunia kerja dan pemberdayaan sudah tergolong cukup baik dan seimbang," katanya.

Sebagian besar pengusaha perempuan, lanjut Sumadi, bergerak di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki peran besar dalam mendorong perekonomian Kota Yogyakarta selama masa pandemi sekitar tiga tahun terakhir.

"Kami berharap, kaum perempuan memiliki peran yang lebih besar lagi dalam menggerakkan roda perekonomian. Peningkatan kapasitas menjadi salah satu hal yang perlu terus dilakukan," katanya.

Untuk pemenuhan hak terhadap perempuan, salah satu langkah yang ditempuh Pemerintah Kota Yogyakarta menyediakan ruang-ruang publik yang aman dan ramah terhadap perempuan dan anak.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Yogyakarta Suni Fatmah mengatakan peringatan Hari Ibu momentum kebangkitan perempuan di Yogyakarta.

Yogyakarta juga memiliki sejarah panjang terkait dengan perjuangan perempuan di masa kemerdekaan yaitu dengan menggelar Kongres Perempuan Indonesia pertama pada 22 Desember 1928 dan dari peristiwa tersebut menjadi awal peringatan Hari Ibu.

"Pemberdayaan terhadap perempuan perlu terus dilakukan di segala bidang sehingga perempuan memiliki akses, kesempatan, dan manfaat pembangunan yang setara dengan laki-laki. Dengan pemberdayaan, maka kaum perempuan bisa semakin maju," katanya.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close