Wanita Ini Kena Denda Polisi Saat Asyik Menikmati Es Krim, Kok Bisa?

Nusantaratv.com - 28 Desember 2021

Polisi menerapkan denda pada Michelle Course karena diduga menggunakan ponsel saat berkendara. (Auto Evolution)
Polisi menerapkan denda pada Michelle Course karena diduga menggunakan ponsel saat berkendara. (Auto Evolution)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Seorang wanita asal Melbourne, Australia, Michelle Course dibuat bingung. Dia tiba-tiba diberhentikan polisi karena diduga menggunakan ponsel saat mengendarai kendaraan Hyundai Tucson miliknya.

Makin membuatnya terkejut, Course dipaksa harus membayar denda sebesar AU$500 atau setara Rp5,1 juta. Padahal, Course saat itu sedang menikmati es krim favoritnya, Magnum Ego.

Dikutip dari Auto Evolution, Selasa (28/12/2021), Course menjelaskan jika dirinya tidak mungkin melakukan aktivitas seperti yang dituduhkan polisi. Namun, polisi tetap tidak mempercayai pembelaan Course. 

Saat kendaraannya diberhentikan polisi, Course bahkan terlihat masih memegang stik es krim, dan bukan ponselnya. "Tidak mungkin saya bisa makan es krim sambil menggunakan ponsel kemudian berkendara dalam waktu yang sama. Jadi sebenarnya saya memiliki barang bukti yang kuat. Bahkan tetesan cokelat dari es krim mengotori baju saya," ujarnya.

Kendati demikian, menurut pengakuan dari polisi yang bertugas, mereka bisa melihat cahaya dari dalam mobil Course. Karenanya mereka yakin jika Course berkendara sambil menggunakan ponselnya.

Course mengaku jika cahaya itu bisa saja berasal dari perhiasan yang dipakainya. Selain itu, dia juga menunjukan buktri struk pembelian es krimnya sekitar 6 menit sebelum mobilnya dihentikan.

Course kemudian berupaya mencari keadilan terhadap kejadian yang menimpa dirinya. Dia menghubungi Polisi Victoria untuk mendapatkan rekaman kamera dasbor (dashcam). Dengan demikian, dia bisa menunjukkan bukti jika dirinya tidak seperti yang dituduhkan polisi.

Upaya Course berhasil. Dan, semua tuduhan terhadapnya dibatalkan. Lebih dari itu, dia tidak perlu membayar denda. "Akal sehat telah menang. Denda juga telah dibatalkan. Saya dihubungi beberapa hari sebelum tanggal pengadilan dan saya sangat bersyukur jika sistem telah bekerja dan keadilan telah muncul," ujar Course.

Di sisi lain, menurut Undang-Undang lalu lintas di Victoria, belum ada peraturan yang melarang jelas jika semua pengemudi tidak boleh makan atau minum selama berkendara. Namun, pemerintah Victoria tidak menyarankan para pengemudi mengonsumsi makanan atau minuman saat berkendara demi mencegah kecelakaan di jalan raya.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close