Nusantaratv.com - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti meninjau penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada pada Selasa, menjelang perayaan menyambut Tahun Baru 2023.
Didampingi Direktur Utama RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya Bisukma Kurniawati, Reni meninjau fasilitas pelayanan di rumah sakit, termasuk dapur, serta berbincang dengan tenaga kesehatan, pegawai rumah sakit, dan pasien.
"Tadi saya lihat sendiri dan nanya ke beberapa pasien. Alhamdulillah relatif mereka mengatakan saat ini ada hal yang lebih baik, tentu ini bagus ya," katanya.
Reni menilai pengelola rumah sakit daerah telah memperbaiki berbagai pelayanan dan manfaatnya sudah dirasakan oleh pengguna pelayanan rumah sakit.
Dia mengapresiasi pengelola rumah sakit umum daerah di wilayah Surabaya Barat itu telah menerapkan sistem rekam medik elektronik atau E-Medical Record (ERM) serta menjalankan upaya-upaya untuk memudahkan warga mengakses pelayanan.
"Jadi ada digitalisasi, antrean daring, tidak lagi memakai map banyak. Pasien masuk ke poli (poliklinik), tunggu bentar dipanggil, lalu dokter mengisi rekam medis dengan komputer, sehingga tidak lagi dengan alasan berkas belum sampai ke poli (poliklinik) kemudian masyarakat, pasien, menunggu terlalu lama," ujar dia.
Dia mengemukakan bahwa unit pelayanan farmasi di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya juga sudah ditambah dari dua menjadi tiga.
Salah satu pengguna pelayanan RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya menilai layanan rumah sakit tersebut sudah semakin cepat.
"Ada setengah jam (nunggu). Alhamdulillah, sudah bagus daripada dulu tuh, uh dua jam, kadang lebih," kata Alifiah, yang sedang antre untuk menebus obat di unit pelayanan farmasi.
Novi, yang sedang menemani orang tuanya berobat di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya, juga menilai pelayanan rumah sakit tersebut telah membaik.
"Sudah cepat kok sekarang, sebelumnya lama di farmasi itu, sampai jam tiga dari jam 11," ujar dia.
Reni mengatakan bahwa pengelola rumah sakit umum daerah harus terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk melengkapi sarana dan prasarana penunjang penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
"Ada atau tidak ada Pak Wali Kota, ada atau tidak ada Bu Dirut, ada atau tidak ada DPRD, semua proses bisa berjalan baik sesuai dengan sistem yang terbentuk," katanya.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh