Vaksinasi PMK Ternak Besar di Tanah Laut Capai 17.915 Dosis

Vaksinasi PMK Ternak Besar di Tanah Laut Capai 17.915 Dosis

Nusantaratv.com - 10 Januari 2023

Vaksinasi PMK dan pemasangan eartag kepada ternak besar, di UPT Rumah Potong dan Pasar Hewan (RPPH) Pelaihari, Senin (9/1/2023).Foto:ANTARA/HO-DISKOMINFO TANAH LAUT.
Vaksinasi PMK dan pemasangan eartag kepada ternak besar, di UPT Rumah Potong dan Pasar Hewan (RPPH) Pelaihari, Senin (9/1/2023).Foto:ANTARA/HO-DISKOMINFO TANAH LAUT.

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan telah melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap ternak besar periode Juni-Desember 2022 sebanyak 17.915 dosis.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Tanah Laut Iwan Persada mengatakan, pemberian vaksin terhadap ternak besar adalah sebagai upaya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku.

"Data tersebut diambil dari sistem informasi kesehatan hewan Indonesia," kata Iwan Persada, saat memantau pelaksanaan vaksinasi PMK dan pemasangan eartag kepada ternak besar, di UPT Rumah Potong dan Pasar Hewan (RPPH) Pelaihari, dilaporkan Selasa.

Menurut dia, vaksinasi PMK kepada ternak besar itu untuk vaksinasi pertama, kedua, maupun ketiga atau booster.

Dia mengungkapkan, Disnakkeswan Tanah Laut mendapat anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk operasional para petugas vaksinasi PMK sebesar Rp25 ribu per dosis suntikan.

“Kami juga mendapat anggaran untuk petugas vaksinasi PMK, setiap dosis vaksin dihargai Rp25 ribu. Anggaran tersebut berasal dari dana pusat,” ucapnya.

Dari total 17.915 dosis telah disuntikkan, ada 16.479 dosis vaksinasi biaya operasional pengendalian PMK telah dibayarkan kepada petugas vaksinasi.

"Semoga upaya kita ini dapat mengendalikan PMK di Tanah Laut," tuturnya.

Persyaratan setiap ternak harus tervaksinasi dan terpasang eartag baru dimulai tahapan percobaan.

“Untuk identifikasi ternak, mulai hari ini kita syaratkan semua ternak masuk ke pasar hewan harus vaksinasi PMK dan dipasang eartag. Jadi setiap ternak besar keluar dari pasar hewan ini, semua sudah tervaksinasi,” terangnya.

Dia juga mengungkapkan, kendati laporan kasus PMK sudah nihil, akan tetapi pihaknya terus melakukan pemerataan vaksinasi ke ternak besar hingga tiga kali vaksinasi.

“Walaupun saat ini PMK sudah melandai dan kami tidak menerima laporan kasus lagi, tetapi kami terus melakukan vaksinasi sampai ketiga,” ungkapnya.

Vaksinasi PMK pada ternak, tegas dia, dilakukan sebanyak tiga dosis dengan jarak antara dosis pertama dan dosis kedua selama satu bulan dan jarak antara dosis kedua dan dosis ketiga selama enam bulan.

"Selama tahun 2023 sampai dengan 4 Januari, Disnakkeswan Tanah Laut telah melakukan vaksinasi sebanyak 209 dosis," tandasnya.

Kepala Balai Veteriner Banjarbaru Putut Eko Wibowo menerangkan, sebagai pasar hewan terbesar se-Kalimantan, RPPH Pelaihari harus melakukan pemeriksaan kepada setiap ternak agar para pembeli merasa ternak yang mereka beli aman dari kasus PMK.

“Karena disini (RPPH Pelaihari) merupakan pasar hewan terbesar di Kalimantan, maka terus kita lakukan pantauan dan pemeriksaan, sehingga hewan diperjualbelikan itu tidak terkena PMK dan para pembeli merasa aman,” demikian tegas Puput Eko Wibowo.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close