Teriak 'Allahu Akbar', Pegawai Koperasi Lari Ketakutan Lihat Mayat di Rumah Kalideres

Teriak 'Allahu Akbar', Pegawai Koperasi Lari Ketakutan Lihat Mayat di Rumah Kalideres

Nusantaratv.com - 21 November 2022

Rumah sekeluarga tewas mengering di Kalideres. (Net)
Rumah sekeluarga tewas mengering di Kalideres. (Net)

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Polisi membeberkan ekspresi pegawai koperasi simpan pinjam kala melihat mayat Renny Margaretha (68), ibu sekeluarga tewas 'mengering' di Kalideres, Jakarta Barat, pada Mei 2022. Pegawai itu disebut langsung teriak menyebut nama Tuhan.

Direktur Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menjelaskan, mulanya pegawai koperasi simpan pinjam itu mencium bau busuk yang menyengat saat masuk ke rumah. Saat itu pegawai koperasi itu hendak mengecek sertifikat rumah yang akan digadaikan salah satu korban, Budiyanto Gunawan (69).

"Kemudian, ditanyakan Ibu Renny ada di mana, 'sedang tidur di dalam'. Kemudian pegawai ini mengajak diantarkan masuk ke dalam kamar, begitu kamar dibuka, pegawai masuk, menyeruak bau lebih busuk lagi," ujar Hengki dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).

Di dalam kamar, pegawai koperasi itu mencium bau yang lebih menyengat. Tapi saat itu putri Renny, Dian Febbyana (42), meminta pegawai koperasi tersebut tak menghidupkan lampu lantaran ibunya sensitif terhadap cahaya.

"'Tapi jangan hidupkan lampu karena ibu saya sensitif terhadap cahaya'. Kata atas nama Dian yang turut meninggal di TKP," kata dia.

Pegawai koperasi itu awalnya menurut. Namun, saat mencoba membangunkan Renny, pegawai koperasi itu merasakan ada yang aneh. Karena curiga, pegawai koperasi itu kemudian menghidupkan flash handphone-nya. Saat melihat kondisi Renny, pegawai koperasi pun kaget dan berteriak takbir.

"Pada saat dibangunkan untuk cek sertifikat ini, dipegang-pegang ini agak gembur, agak curiga tanpa sepengetahuan Dian, pegawai koperasi simpan pinjam itu menghidupkan flash HP-nya, begitu dilihat langsung yang bersangkutan teriak takbir 'Allahu Akbar ini sudah mayat'," kata Hengki.

Pegawai koperasi itu pun langsung keluar. Namun, saat keluar, Budiyanto mengejar dan meminta pegawai koperasi itu tidak melapor.

"Kemudian langsung keluar, yang bersangkutan tidak ingin lagi melanjutkan proses gadai pinjam uang ini. Langsung mengajak dua saksi yang lain segera keluar. Pada saat keluar, menyatakan sama bahwa teriak Allahu Akbar kemudian saksi ini dikejar oleh Budiyanto. Tolong jangan sampai dilaporkan ke polisi, jangan dilaporkan ke pihak RT, ke warga sini. Dan ini memang tidak dilaporkan," tandasnya. 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close