Nusantaratv.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Provinsi Sulawesi Selatan pada Januari-November 2022 mencapai 1,806 miliar dolar AS, surplus 728 juta dolar AS dengan total impor sebesar 1,078 miliar dolar AS.
"Kita punya beberapa komoditi andalan di Sulawesi Selatan seperti nikel. Permintaan ekspor stabil tiap bulan dan begitu juga dengan komoditi lainnya," ujar Kepala BPS Sulawesi Selatan (Sulsel) Suntono di Makassar, Selasa
Hingga kini, lanjutnya, Sulsel masih terus mengekspor beberapa komoditas unggulan dan juga mengimpor barang-barang penting lainnya. Namun nilai ekspor lebih baik dari transaksi impor setiap bulan, sehingga bisa terus surplus.
Adapun komoditas utama yang diekspor setiap bulan yaitu nikel, besi dan baja, biji-bijian berminyak, lak getah dan damar, garam belerang dan kapur, ikan dan udang, olahan makanan hewan, daging dan ikan olahan, gula dan kembang gula, serta buah-buahan.
Suntono menyebutkan 10 komoditas unggulan Sulsel itu mampu menyumbang ekspor 1,806 miliar dolar AS atau 97,89 persen dalam neraca perdagangan. Selebihnya 2,11 persen atau 16,20 juta dolar AS dari perdagangan lainnya.
Adapun pasar ekspor sebagian besar ditujukan ke Jepang, China, Taiwan, India, Bangladesh, Korea Selatan, Australia, Timor Leste, Fiji, dan Filipina.
Nilai transaksi berbagai komoditi yang diekspor ke Jepang sepanjang Januari-November 2022 mencapai 1,91 miliar dolar AS dan China sebesar 604,58 juta dolar AS.
Kemudian ekspor ke Taiwan mencapai 24,02 juta dolar AS, India sebesar 16,50 juta dolar AS, Bangladesh sebesar 12,45 juta dolar AS, Korea Selatan sebesar 13,31 juta dolar AS), Australia sebesar 9,79 juta dolar AS, Timor Leste sebesar 9,20 juta dolar AS, Filipina sebesar 4,54 juta dolar AS, dan Malaysia mencapai 4,44 juta dolar AS.
Sementara itu nilai impor barang yang dibongkar lewat beberapa pelabuhan di Sulsel tercatat 1,078 miliar dolar AS. Angka ini jauh lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni 653,14 juta dolar AS.
Adapun lima kelompok komoditas utama yang diimpor yakni Bahan Bakar Minyak (BBM); gandum-ganduman, gula dan kembang gula, olahan makanan hewan, mesin-mesin pesawat atau mekanik, mesin dan peralatan listrik, kakao, bahan kimia, produk keramik, serta besi dan baja.
Sebagian besar impor didatangkan dari China, Singapura, Australia, Thailand, Malaysia, Argentina, India, Brazil, Kanada, dan Jepang.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh