SSC 2022 Tingkatkan Kesadaran Warga jaga Lingkungan di Surabaya

SSC 2022 Tingkatkan Kesadaran Warga jaga Lingkungan di Surabaya

Nusantaratv.com - 19 Desember 2022

Wali Kota Surabaya Eri Cahaydi (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya)
Wali Kota Surabaya Eri Cahaydi (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya)

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Eri Cahyadi menilai kegiatan Surabaya Smart City (SSC) Tahun 2022 mampu meningkatkan kesadaran warga menjaga lingkungan di Kota Pahlawan itu.

"Melalui kegiatan SSC 2022, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan juga turut meningkat. Sebab, kekompakan dan guyub rukun tersebut juga menjadi salah satu indikator penilaian," kata Cak Eri panggilan lekatnya dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Senin.

Untuk itu, Cak Eri berharap guyub rukun di kalangan warga masyarakat bisa terus dipertahankan sampai kapanpun.

Saat roadshow SSC 2022 di RW 01 Kelurahan Perak Barat, Kecamatan Krembangan, Surabaya beberapa hari lalu, Cak Eri mengatakan, banyak kampung di wilayah Krembangan yang mulai berbenah.

Tidak hanya itu, Cak Eri bisa menikmati rasa kekeluargaan yang cukup kental. Bahkan, kategori dari indikator penilaian yang diberikan, sudah terlaksana di setiap kampung.

"Insya Allah pada puncak acara SSC 2022 ada pada Selasa (20/12), akan saya katakan, ini bukan mencari siapa yang terbaik atau tidak terbaik karena semua warga Surabaya adalah yang terbaik. Tapi bagaimana bersinergi dengan TNI/Polri dan semua stakeholder yang ada, sehingga bisa menaikkan ekonomi dan menjaga keamanan," ujar dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, guyub rukun tersebut menjadi penilaian SSC yang menggambarkan Surabaya sebagai kota toleransi dan saling membantu satu dengan yang lainnya. Kategori penilaian yang diberikan sudah terlaksana di setiap kampung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, kegiatan roadshow SSC harus memicu keberlanjutan secara konsisten dalam menjaga lingkungan di perkampungan warga.

"Syukur-syukur bisa menjadi kampung wisata untuk membangkitkan perekonomian di sana. Setelah SSC ini kami berharap ada konsistensi dari kampung untuk terus berbenah. Tidak hanya sebatas kompetisi saja, tapi juga harus ada konsistensi dari warga untuk tetap menjadi kampungnya untuk lebih baik," kata Hebi.

Dari sisi lingkungan, kata Hebi, mulai berkurang intensitas sampah di tiap kampung, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan kerja bakti dan memperbanyak vegetasi pohon. Sedangkan dari sisi ekonomi kerakyatan, muncul wajah baru UMKM saat ini.

"Dua hal yang menjadi penilaian besar adalah dari sisi lingkungan dan ekonomi kerakyatan. Meskipun roadshow, penilaian tetap berlanjut dengan lima indikator, yakni lingkungan, ekonomi kerakyatan, kesehatan lingkungan, keberlanjutan, dan kampung wisata. Serta, guyub rukun juga menjadi penilaian karena Bapak Wali kota ingin keguyuban ini bisa dipertahankan sampai kapanpun,” ujar dia.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close