Sebanyak 1.100 Pelamar ikuti Seleksi PPPK di Mamuju

Sebanyak 1.100 Pelamar ikuti Seleksi PPPK di Mamuju

Nusantaratv.com - 07 Desember 2022

Sebanyak 1.100 orang pelamar formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) mengikuti ujian seleksi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (06/12/2022). ANTARA/M Faisal Hanapi
Sebanyak 1.100 orang pelamar formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) mengikuti ujian seleksi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (06/12/2022). ANTARA/M Faisal Hanapi

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Sebanyak 1.100 orang pelamar formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) mengikuti ujian seleksi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju, H Suaib, di Mamuju, Selasa, mengatakan sebanyak 1.100 orang pelamar formasi PPPK yang telah lolos seleksi administrasi di Kabupaten Mamuju mengikuti ujian yang dilaksanakan pada 6 sampai 9 Desember 2022.

Ia mengatakan, pendaftar PPPK tersebut merupakan tenaga fungsional kesehatan dan melaksanakan ujian dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Menurut dia, 1.100 orang yang telah mendaftar tersebut, akan memperebutkan 250 formasi tenaga kesehatan yang ditetapkan pemerintah di Mamuju.

Ia meminta agar pendaftar yang mengikuti ujian mempersiapkan diri dan memanfaatkan kesempatan menjadi PPPK ini dengan baik.

Ia mengatakan, tidak akan ada kecurangan dalam penerimaan PPPK di Mamuju, dan akan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada.

"Semoga seleksi ujian PPPK menghasilkan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi yang baik dalam memberikan pelayanan kesehatan di Mamuju, kedepannya," katanya.

"Pelaksanaan ujian PPPK transparan dan disiarkan melalui kanal youtube BKN, dan hasilnya akan langsung dapat diketahui peserta ujian, jadi tidak akan ada kecurangan," katanya.*(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close