Nusantaratv.com - Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, menyebutkan, ada enam kelompok tani di daerah ini yang mengusulkan peremajaan tanaman kelapa sawit yang tidak produktif karena menggunakan bibit asalan dan berusia tua di atas lahan seluas sekitar 1.000 hektare.
Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Meri Marlina di Mukomuko, Rabu, mengatakan dari enam kelompok tani itu, dua kelompok tani mengusulkan peremajaan sawit pada 2021 dan empat kelompok tani pada 2022.
Ia menyebutkan, enam kelompok ini yakni kelompok replanting petani (KRP) Kota Mukomuko, KRP Tunas Harapan, KRP Masad Jaya, KRP Tandan Mas, KRP Tanera Sejahtera, dan KRP Makmur Sejahtera.
Ia mengatakan, usulan program peremajaan tanaman kelapa sawit seluas 1.000 hektare dari enam kelompok tani ini telah disampaikan kepada pemerintah provinsi dan pusat.
Namun seluas 1.000 hektare kebun kelapa sawit yang diusulkan mendapatkan program peremajaan sawit, seluas 143 hektare di antaranya tidak disetujui oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, karena berada di lahan gambut.
Dari seluas 143 hektare, seluas 120 hektare masuk fungsi lindung ekosistem gambut dan 23 hektare masuk fungsi budidaya ekosistem gambut.
Ia mengatakan, saat ini masih tersisa seluas 880,48 hektare kebun kelapa sawit sebagai calon penerima program peremajaan tanaman kelapa sawit.
Ia menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah seluas 880,48 hektare kebun sawit milik kelompok tani di daerah ini mendapat program peremajaan tanaman kelapa sawit karena masih ada dua tahapan lagi.
"Saat ini sedang berproses. Masih ada dua tahapan lagi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengecek lahan masuk kawasan hutan atau tidak dan Badan Pertanahan Nasional untuk mengecek lahan masuk hak guna usaha atau tidak," ujarnya.(Ant)
Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh