Pemprov Kalsel Miliki Cadangan Beras 377 Ton Untuk Cegah Laju Inflasi

Pemprov Kalsel Miliki Cadangan Beras 377 Ton Untuk Cegah Laju Inflasi

Nusantaratv.com - 26 Desember 2022

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman (topi merah) saat melaksanakan pembagian beras gratis ke warga untuk penanganan inflasi di Banjarmasin, Sabtu lalu (ANTARA/HO)
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman (topi merah) saat melaksanakan pembagian beras gratis ke warga untuk penanganan inflasi di Banjarmasin, Sabtu lalu (ANTARA/HO)

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memiliki cadangan beras yang dititipkan di Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat sebanyak 377 ton untuk mencegah laju inflasi.
 
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pemprov Kalsel Syamsir Rahman di Banjarmasin, Senin, mengungkapkan beras termasuk komoditas yang menyumbang inflasi yang cukup tinggi.
 
Karenanya, ucap dia, Pemprov Kalsel untuk mengatasi tingginya harga beras di pasar, dikeluarkan beras dari cadangan pangan pemerintah (CPP).
 
"Sudah kita minta Bulog untuk mengeluarkan CPP tersebut," paparnya.
 
Pengeluaran CPP tersebut, ungkap Syamsir, sesuai arahan Gubernur Kalsel, Wagub Kalsel dan Sekdaprov Kalsel dengan program pasar beras bersubsidi dan penyerahan beras gratis ke masyarakat tidak mampu.
 
Dia pun menyatakan penyaluran beras gratis bagi masyarakat tidak mampu ini sesuai aturan penggunaan CPP.
 
Ketentuan penyaluran CPP secara gratis tersebut, terang Syamsir, ada tiga saat dibolehkan, pertama pada saat terjadinya bencana seperti gempa, banjir dan lainnya.
 
Kemudian, lanjut dia, kedua saat terjadi gagal panen dan ketiga saat terjadi kenaikan harga di atas 25 persen.
 
"Saat ini kenaikan harga sudah di atas 27 persen, hingga kita kucurkan beras gratis kepada warga yang tidak mampu," ujarnya.
 
Syamsir mengatakan beras CPP milik Pemprov yang bisa dibagikan tersebut sebanyak 377 ton.
 
"Ini pun mau kita tambah sekitar 300 ton lagi, hingga mencapai 700 ton," katanya.
 
Dia pun menyampaikan, bahwa Kalsel sebenarnya tidak gagal panen tahun ini, namun memang berkurang dari tahun sebelumnya hasil panen karena serangan hama tungro.
 
Diungkapkan dia, hasil panen padi tahun ini diperkirakan mencapai 873 ribu ton gabah kering, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 1,50 juta ton.
 
"Provinsi kita ini hanya memerlukan sekitar 400 ribu ton, jadi masih berlebih hasil panen tahun ini," ujarnya.
 
Namun tentunya, kata Syamsir, hasil panen tahun ini banyak didistribusikan ke provinsi lain yang kekurangan beras, hingga stok berkurang di lokal.
 
"Akhirnya beras lokal menjadi tinggi harganya," kata Syamsir.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close