Pemkot Pekalongan Pastikan Ketersediaan Kebutuhan Pokok Aman

Pemkot Pekalongan Pastikan Ketersediaan Kebutuhan Pokok Aman

Nusantaratv.com - 11 Januari 2023

Tim Satgas Pangan Kota Pekalongan melakukan pantauan ketersediaan dan pasokan kebutuhan pokok di pasar tradisional, Senin (9/1/2023). (ANTARA/Kutnadi)
Tim Satgas Pangan Kota Pekalongan melakukan pantauan ketersediaan dan pasokan kebutuhan pokok di pasar tradisional, Senin (9/1/2023). (ANTARA/Kutnadi)

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memastikan ketersediaan maupun pasokan kebutuhan pokok saat ini masih lancar dan aman meski harga bahan pokok dalam kondisi fluktuatif.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Pekalongan Budiyanto di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa memasuki awal 2023, harga kebutuhan pokok ada yang mengalami kenaikan, penurunan, dan stabil.

"Berdasar hasil pantauan tim satgas pangan, beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga antara lain beras, bawang merah, cabai rawit merah, dan minyak goreng," kata Budiyanto.

Adapun harga beras premium, ujar dia, rata-rata adalah Rp12.500/kilogram sedang beras medium Rp11.500/kilogram hingga Rp12.000/kilogram.

Untuk harga bawang merah di pasar tradisional mencapai Rp35 ribu/kg hingga Rp40 ribu/kg, bawang putih Rp27 ribu-Rp30 ribu/kg, cabai merah biasa (teropong) Rp30 ribu-Rp40 ribu/kg, cabai merah besar keriting Rp50 ribu/kg, cabai rawit merah Rp60 ribu-Rp70 ribu/kg, rawit hijau mencapai Rp40 ribu-Rp45 ribu/kg.

Kemudian, lanjutnya, harga minyak goreng curah rata-rata dijual Rp14.400, minyak goreng kemasan premium Rp20 ribu-Rp 21 ribu/kg dan minyak merek Kita sebesar Rp14 ribu/kg-15 ribu/kg.

"Adapun harga komoditi yang mengalami penurunan yakni telur ayam ras Rp27 ribu-Rp28 ribu, gula pasir Rp13.500/kilogram. Sedangkan harga daging masih stabil seperti daging ayam ras Rp37 ribu/ kg, daging ayam kampung Rp60 ribu hingga Rp70 ribu/kg, dan daging sapi Rp125 ribu/kilogram," katanya.

Ia yang didampingi Kepala Bidang Perdagangan Junaenah mengatakan pengaruh kondisi cuaca yang sering terjadi hujan di beberapa tempat dan inflasi menyebabkan harga kebutuhan pokok mengalami fluktuatif.

Selama ini, kata dia, komoditi yang dijual di pasaran memang mendapat pasokan dari daerah tetangga karena Kota Pekalongan bukan sebagai daerah penghasil.

"Karena Kota Pekalongan bukan daerah penghasil maka pasokan kebutuhan pokok masyarakat diambil dari luar daerah seperti beras diambil dari Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Kendal, kemudian telur dari Kabupaten Pekalongan dan Batang," kata Junaenah.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close