Pemkot Mataram Mulai Bangun Huntara Nelayan Terdampak Abrasi

Pemkot Mataram Mulai Bangun Huntara Nelayan Terdampak Abrasi

Nusantaratv.com - 06 Februari 2023

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. (ANTARA/Nirkomala)
Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. (ANTARA/Nirkomala)

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mulai membangun hunian sementara (huntara) untuk 29 kepala keluarga (KK) nelayan di Lingkungan Mapak Indah yang terdampak abrasi pantai.

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Senin, mengatakan, pembangunan huntara dimulai dengan pembukaan akses jalan masuk agar alat berat yang akan membawa material bisa masuk.

"Untuk akses jalan masuk ini kita segerakan karena ada bangunan yang akan dirobohkan serta pohon-pohon liar akan ditebang," katanya.

Menurutnya, dengan dimulainya pembukaan akses jalan masuk ke huntara tersebut menjadi bagian awal pembangunan huntara, karena itu pihak kelurahan dan kecamatan diminta menginformasikan hal itu kepada nelayan yang terdampak.

"Tahapan pembangunan huntara ini, hendaknya disampaikan ke nelayan yang terdampak agar mereka mendapat gambaran target relokasi ke huntara," katanya.

Pembangunan huntara nelayan itu, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Mataram memberikan mereka tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang tinggal di sempadan pantai.

"Karena itu, kita minta agar pembangunan huntara ini dipercepat. Setelah pembuatan akses jalan, dapat dilanjutkan dengan pengurukan lahan, kemudian bangunan inti huntara beserta fasilitas pendukung seperti drainase dan lainnya," katanya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram M Nazaruddin Fikri sebelumnya mengatakan, berdasarkan hasil akhir desain pembangunan huntara dibutuhkan anggaran sekitar Rp2,1 miliar.

Huntara nelayan Mapak Indah akan dibangun di atas lahan 2.000 meter persegi, dengan bentuk blok atau rumah panjang yakni 8 blok akan dibangun dua unit, dan tujuh blok dibangun dua unit sehingga totalnya menjadi 30 unit.

"Satu unit rumah berukuran 4x6 meter, sebanyak 30 unit, untuk 29 KK. Jumlah unit itu sengaja dilebihkan satu sebagai fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan jadi musala, ruang jaga atau lainnya," katanya.

Selain itu, huntara juga dilengkapi dengan fasilitas air bersih, toilet, dan listrik pada masing-masing unit serta menggunakan penyekat ruang dobel agar lebih nyaman.

Huntara juga akan dibangun dengan konstruksi yang kokoh dengan menggunakan material yang tahan terhadap korosif sehingga tidak mudah keropos atau rusak akibat cuaca pesisir.

Ia mengatakan, huntara yang akan dibangun ini lebih representatif dibandingkan rumah mereka yang roboh akibat abrasi pantai. Pasalnya, satu rumah yang mereka tempati di sempadan pantai dihuni 2-3 kepala keluarga.

"Jadi 17 rumah yang roboh akibat abrasi pantai di Mapak Indah berisi 100 jiwa, 29 KK. Artinya, satu rumah bisa ditempati 2-3 KK," katanya.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close