Nusantaratv.com - Pemerintah Kota Denpasar Provinsi Bali melakukan studi banding terkait pemulihan perekonomian pasca COVID-19 di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid mengatakan keberhasilan Kota Batam dalam menangani pandemi COVID-19 tidak terlepas dari kebijakan pemerintah setempat dengan tidak menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara menyeluruh dan tidak menutup perusahaan-perusahaan yang merupakan penopang perekonomian Kota Batam.
Ia menambahkan Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) juga memberikan dukungan penuh dalam optimalisasi pelaksanaan 3T (Testing, Tracking dan Treatment) serta menggenjot pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dengan tujuan menekan dan memutus mata rantai penularan virus di wilayah Kota Batam.
Hingga tanggal 25 Desember 2022, warga Kota Batam yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama mencapai 957.128 warga atau 105,49 persen, sedangkan vaksinasi dosis kedua berjumlah 858.316 warga atau 94,60 persen dari total sasaran sebanyak 907.317 warga.
Sementara untuk capaian dosis 3 sudah mencapai 519.019 atau 65,74 persen dari total sasaran sebanyak 789.451 warga.
“Alhamdulillah vaksinasi Batam tertinggi di Kepri dan sukses menjadikan Kepri terbaik ketiga capaian tertinggi setelah Bali dan DKI Jakarta, capaian ini tentu kerja sama semua pihak Forkopimda hingga semua masyarakat Batam” kata Jefridin dalam keterangan yang diterima di Batam, Selasa.
Selain itu, Pemkot Batam telah melakukan survei kekebalan kelompok dengan hasil mencapai 90 persen imun tubuh masyarakat Batam ini sudah terbentuk dan 10 persen yang masih rentan terhadap COVID-19.
"Survei tersebut dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam dan melibatkan ahli epidemiologi yang ada di Batam," ujar Jefridin.
Jefridin menyampaikan dengan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkot Batam tersebut pertumbuhan ekonomi di kota itu tumbuh sebesar 4,75 persen pada tahun 2021 yang ditopang oleh 3 sektor utama yaitu industri manufaktur, konstruksi dan perdagangan.
“Tentunya keberhasilan pemulihan ekonomi di Kota Batam adalah berkat penanganan COVID-19 yang berhasil kita kendalikan. Untuk tahun 2022 ini peningkatan cukup signifikan pertumbuhan ekonomi Batam dalam triwulan III Tahun 2022 tercatat sebesar 6,85 persen,” kata Jefridin.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan tujuan kunjungan tersebut adalah untuk melakukan studi komparasi pemulihan perekonomian pasca COVID-19 yang dapat ditindaklanjuti oleh Kota Denpasar, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kedatangan kami ke sini menggali lebih jauh beberapa poin penting dalam meningkatkan PAD di masa COVID-19,” kata I Kadek.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh